Ratusan Ribu Warga Palestina Hadiri Peringatan Hari Jadi Hamas ke-35

[PORTAL-ISLAM.ID]  GAZA - Pada tanggal 14 Desember setiap tahun, Hamas merayakan ulang tahun pendiriannya dengan menyelenggarakan pertunjukan untuk sayap militernya, Brigade Izzuddin al-Qassam, serta pawai, pameran, dan pidato.

Pada Rabu (14/12/2022) lalu Gerakan perlawanan Islam Palestina, Hamas, memperingati hari jadi yang ke 35 di Gaza.

Pada kesempatan itu, Hamas menggelar pawai dan konvoi yang dihadiri ratusan ribu warga Palestina, pemimpin senior dan perwakilan faksi Palestina lainnya di Gaza. Peringatan hari jadi ke-35 Hamas berslogan “Kami akan datang dengan banjir yang menderu”.

Berpidato di depan warga Palestina yang menghadiri pawai, pemimpin senior Hamas, Yahya Al-Sinwar, mengatakan bahwa “perkiraan intelijen kami menunjukkan bahwa pada tahun 2023, kami akan menghadapi tantangan nasional yang besar, usai kelompok fasis naik ke tampuk kekuasaan di Israel.”

Dia menegaskan bahwa gerakannya sangat setuju dengan siapa pun yang mengangkat senjata untuk menghadapi pendudukan Israel. “Pemerintah Zionis berikutnya mengancam untuk mempercepat Yudaisasi Yerusalem dan penyerangan terhadap para tahanan,” lanjut Yahya.

Yahya lantas memuji solidaritas masyarakat Arab selama Piala Dunia 2022 di Qatar.

“Orang-orang Arab di Piala Dunia FIFA di Qatar menegaskan dukungan mereka untuk Palestina dan Yerusalem dan penolakan mereka terhadap apa yang disebut Israel dan normalisasi,” katanya.

“Tahanan kami di penjara penjajah adalah kunci stabilitas di kawasan ini,” tambahnya. “Mereka bukan mata rantai terlemah, melainkan subjek dari konsensus nasional.”

“Kami [di Hamas] memberikan penjajah waktu yang terbatas untuk menyelesaikan kesepakatan pertukaran tahanan, jika tidak, kami akan menutup arsip empat tahanan musuh selamanya, dan kami akan menemukan cara lain untuk membebaskan tahanan kami,” Yahya memperingatkan.

Dia mengumumkan bahwa Hamas terus melakukan negosiasi rahasia mengenai pertukaran tahanan tetapi pembicaraan terhenti karena pemilu ‘Israel’.
Dia menyebutkan hubungan antara gerakannya dan gerakan Fatah saingannya, mencatat, “Kami tidak pernah secara strategis tidak setuju dengan gerakan Fatah ketika mengangkat panji perjuangan bersenjata, dan kami hanya berbeda pendapat mengenai jalur pemukiman.”

Dia meminta kepemimpinan Otoritas Palestina (OP) yang dipimpin Fatah untuk mengimplementasikan keputusan Dewan Pusat, yang terpenting adalah mengakhiri kerjasama keamanan dengan ‘Israel’.

“Sayangnya, kami melihat bahwa kampanye penangkapan di Tepi Barat merupakan indikasi bahwa kepemimpinan koordinasi keamanan terus berlanjut di terowongan gelap ini,” katanya, menuntut OP menghentikan koordinasi keamanannya dengan Israel dan menyepakati rencana untuk melawan ”pemerintah pendudukan fasis.”

Sementara itu, Ismail Haniyeh, kepala biro politik Hamas, mengatakan dalam siaran pidato yang direkam selama festival bahwa “sejumlah besar warga Gaza yang menghadiri festival menegaskan bahwa orang-orang kami menyatakan dan memperbarui komitmen dan ketabahan mereka pada garis perlawanan.” [Hidayatullah]