NEGARA PUNYA GUA, MAU APA LO?

NEGARA PUNYA GUA

Adalah sebuah kebetulan yng sangat - sangat luar biasa. Apabila nomor seri dari uang rupiah nominal 100rban, bisa begitu sesuai dengan tanggal kelahiran dan tanggal pernikahan anak mantu penguasa.

Kalau masyarakat banyak yang curiga, bahwa itu pesanan khusus, melalui intruksi khusus dan jalur khusus...
Wajar saja.

Indonesia itu, Masyarakatnya tidak semuanya bodoh.
Dan penguasa pun tidak semuanya cerdas.

Contoh-contoh kasus bagaimana aturan dan perundangan bisa berubah karena penguasa yg merasa gagah. Merasa pemilik negeri. Merasa bisa melakukan apa saja...
Banyak sekali...

๐Ÿ‘‰Masih ingat saat ada seorang Jendral Tentara yang begitu keukeuh ingin mengubah peraturan persyaratan penerimaan calon tentara soal minimal tinggi badan?
Iya,
Karena sanak family sang tentara tinggi badanya gak sesuai persyaratan. Tidak masuk kualifikasi.
Maka sang Jendral ngotot bahwa aturan tinggi badan harus berubah.
Demi ambisi pribadi.
Dan menunjukan bahwa dialah sang penguasa.

Kalian bisa apa? 
Dan mau apa?

๐Ÿ‘‰Masih ingat seorang gitaris yg jauh dari kapabelitas untuk menjadi seorang komisaris, tetiba diangkat jadi komisaris Telkom?
Ini perusahaan kekuasaan saya.
Kalian bisa apa?
Mau apa?

Angkat duta santri seperti gak ada candidate yg lebih layak lagi.

Angkat ini, tunjuk itu.
Seolah negara ini hadiah yg harus dibagi bagi buat saudara, handai taulan dan hamba sahaya... 

Kemudian semuanya serempak melolong demi NKRI.
Demi Bangsa dan Negara.

Prettt... 

๐Ÿ‘‰Masih ingat saat begitu riuh rendahnya narasi bahwa Freeport saham mayoritasnya sebesar 51% sudah dikuasai Indonesia melalui PT. Inalum...
Sudah beberapa tahun berlalu.
Amerika yg punya 49%...
Tambah digjaya. 
Lha Indonesia yg katanya sudah menguasi 51% saham Freeport, koq terus terusan cari utangan dan morat marit..??

Emang Freeport rugi??

Atau jangan jangan...
Jangan aaahh...

Negara Punya Gua.

Rakyat Jelata Diam saja.

Kalian mau dipenjara karena menghina Eksekutif, Yudikatif atau Legislatif???

Kalian tahu kenapa kami memasukkan pasal penghinaan kepada anggota DPR, Presiden dan Kepolisian kami sahkan jadi KUHP??

Karena kami yakin, kami akan melakukan hal hal yg hina.
Jadi kami harus melindungi diri kami agar kehinaan kami terlindungi.

Kalian tahu kenapa kami tidak memasukan pasal seminal:
"Pejabat negara yang menipu rakyat dengan janji janji palsu akan dikenakan hukuman penjara dan dipermalukan di depan umum"??

Karena kami tahu, kami banyak menipu dan melakukan kami yg begitu memalukan.
Jadi kami harus melindungi perbuatan kami.

Ini negara punya gua... Mau apa lo?

(By Dante Soepriatna)