Mengapa Qatar bersikap tegas soal "Lagi Bete"..?

Mengapa Qatar bersikap tegas soal "Lagi Bete"..? 

By Sam Waskito

□ Karena masalah itu sudah menyebar di dunia Arab. Bukan hanya Dubai yang dianggap "center" di Timur Tengah. Tetapi para wisatawan Arab di Tanah Air juga banyak yang mencari "jalan belakang". 

□ Mungkin terasa aneh, kaum Arab yang identik dengan Islam, kok ada yang mengikuti jalan Sodom? Ya bila seseorang mengabaikan Syariat, lama-lama ia akan mendekat ke Jahiliyah. Bukankah dulu Abu Lahab, Abu Jahal, Umayyah bin Khalaf, dll. adalah ranah Arab juga. 

□ Secara di Asia Tenggara, penyakit yang sama banyak tersebar di Kuala Lumpur, tetangga negara kita. Dan di negara kita sendiri, mereka terus gerilya, bahkan masuk ke posisi-posisi strategis.   

□ Akibat menenggelamkan diri dalam pornografi, di saat yang sama tidak menjalankan perintah Syariat, maka dirinya terbuka pintu untuk diintervensi oleh kekuatan "tak terlihat" sehingga mengendalikan hasratnya. 

□ Secara nilai, Qatar berusaha berpegang kepada nilai eksistensi Arab dan Islam. Mempersilakan "lagi bete" berkembang, sama dengan memusnahkan eksistensi sebuah bangsa. Jangan sampai...hanya demi memenuhi hasrat abnormal, sebuah bangsa punah. 

□ Adapun tentang Manuel Neuer... biarlah dia habiskan musim ini dengan makan pop corn di depan layar TV. Asal saja, jauhkan benda-benda tajam darinya. ๐Ÿ˜๐Ÿ˜