Izin safari Anies Baswedan ke Aceh dan Riau dicabut sepihak tanpa pemberitahuan

Koalisi Perubahan yang digawangi Partai NasDem, Partai Demokrat, dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ditengarai menghadapi persoalan dalam mengkampanyekan Anies Baswedan. 

Sejumlah jadwal lawatan Anies—bakal calon presiden yang diusung koalisi ini—ke daerah dibatalkan pemerintah setempat. 

Wakil Ketua Umum Partai NasDem, Ahmad Ali, mengatakan izin safari Anies Baswedan ke Aceh dan Riau dicabut sepihak tanpa pemberitahuan. Dia menilai tindakan ini merupakan upaya menghalang-halangi masyarakat setempat menemui Anies.

“Bagi NasDem, sekali layar terkembang, surut bagi kami berpantang. Sudah telanjur menarik layar, kami tidak mungkin kembali ke darat,” ucap Ahmad ketika dihubungi pada Rabu, 30 November 2022. 

Ahmad menuturkan, Anies semula diagendakan menyambangi Aceh pada Jumat, 2 Desember mendatang. Dia dijadwalkan bertemu dengan tokoh masyarakat dan berpidato bertemakan kebangsaan di salah satu taman di kota berjulukan Serambi Mekah itu. Pemerintah daerah setempat sempat menerbitkan izin, tapi mendadak dicabut pada Rabu kemarin. 

Seperti diketahui, bekas Gubernur DKI Jakarta itu kini sedang gencar bersafari ke banyak daerah sebagai sosok bakal calon presiden yang diusung Partai NasDem. Lawatan sudah dimulai sejak dia dideklarasikan NasDem pada 3 Oktober lalu. Anies dinilai sebagai tokoh yang layak diusung maju dalam pemilihan presiden 2024.

Ahmad menjelaskan, Anies dijadwalkan berkeliling ke daerah-daerah, meski koalisi belum terbangun. Anies memiliki banyak jadwal untuk dihadiri. Dari pertemuan dengan para pengurus partai Koalisi Perubahan di daerah dan tokoh masyarakat hingga berpidato di depan publik di masing-masing wilayah. Selama ini, agenda tersebut berlangsung lancar tanpa kendala. 

Belakangan, Ahmad baru mengetahui adanya pencekalan izin di Aceh ketika dihubungi Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Aceh. Meski begitu, Ali menegaskan agenda safari Anies di Aceh bakal terus berlangsung (dengan mencari alternatif lokasi acara) karena animo masyarakat cukup besar. 

“Kalau itu ditiadakan, khawatir terjadi hal-hal yang justru tidak kami inginkan. DPW NasDem akan tetap menyelenggarakan silaturahmi itu,” ucap Ahmad Ali. 

Tidak hanya di Aceh. Ahmad juga mendapat kabar Pemerintah Provinsi Riau membatalkan izin kegiatan Anies. Alasannya, pemerintah provinsi menyelenggarakan kegiatan berbeda di tempat yang sama sehingga Partai NasDem akan mencari tempat lain. 

Ahmad berharap negara memfasilitasi kegiatan seperti ini. Apalagi, kata dia, tujuan safari politik Anies adalah memperkenalkan calon pemimpin ke masyarakat. 

“Pemerintah daerah tidak usah latah, terlalu paranoid, kemudian seakan-akan mempersulit semua urusan di daerah,” ujar dia. 

Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai NasDem, Willy Aditya, mengatakan Anies memang dijadwalkan bertandang ke Aceh pada Jumat pekan ini. Agenda itu dilaksanakan setelah Anies melawat ke Palu, Sulawesi Tengah. “Pada Desember ini Anies juga dijadwalkan menghadiri perayaan Natal di Papua,” kata Willy. 

(Sumber: Koran Tempo)