DAGELAN... Saksi yang melaporkan Gus Nur meyakini betul Ijazah Jokowi Asli, Tapi dia mengaku tidak pernah melihat ijazah Jokowi SD, SMP, SMA, maupun S1 ๐Ÿ˜

[PORTAL-ISLAM.ID] Pengadilan Negeri (PN) Kota Solo menggelar sidang kasus dugaan pencemaran nama baik dan penistaan agama dengan terdakwa Gus Nur dan Bambang Tri Mulyono yang menggugat Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait dugaan ijazah palsu. 

Pada sidang yang digelar pada Selasa, 27 Desember 2022, agenda sidang pemeriksaan saksi-saksi pelapor. 

Jaksa Penuntut Umum menyebutkan enam saksi yang dihadirkan dalam sidang, salah satunya adalah saksi pelapor yang bernama Dodo Ahmad Baidlowi. 

Lucunya, saat ditanya oleh pengacara pihak Gus Nur, saksi pelapor mengaku bahwa dia belum pernah melihat langsung ijazah Jokowi, baik ijazah SD-SMP-SMA maupun S1. Namun dia menyatakan dirinya meyakini kalau ijazah Jokowi asli.

Lah apa bedanya dengan Bambang Tri dan Gus Nur yang meyakini ijazah Jokowi palsu?

“Saksi Pelapor DODO BAIDLOWI, NASRUDIN, MUHAMMAD LUTFI, MUHAMAD RAHMAT SALEH SAGEY, FIKRIE FIRDAUZI dan IMAM RIZKY BAIHAKI. Poin krusial dari keterangan para saksi adalah bahwa mereka tidak melihat sendiri ijazah Jokowi, baik ijazah SD, SMP, SMA, hingga ijazah asli Jokowi yang di UGM. Mereka meyakini ijazah Jokowi asli hanya berdasarkan asumsi,” kata pengacara senior Eggi Sudjana kepada www.suaranasional.com, Rabu (28/12/2022).

Menurut Eggi, dasar yang paling sahih untuk meyakini ijazah Jokowi asli adalah Jokowi atau menugaskan Orang membawa Ijazahnya ke pengadilan dan mempersilahkan semua pihak untuk melihat dan mengecek langsung keaslian Ijazah Jokowi tentu disertai audit forensiknya dari pihak kepolisian yang kemudian oleh jaksa di bawa ke Pengadilan.

“Momentum inilah, yang sangat ditunggu oleh Tim Advokasi dan seluruh rakyat Indonesia. Karena, bukan hanya Gus Nur dan Bambang Tri yang berkepentingan memastikan ijazah Presiden asli, melainkan juga seluruh rakyat Indonesia,” jelasnya.

[Video - Pengakuan saksi pelapor dia meyakini ijazah Jokowi asli, tapi belum pernah melihat]