Anthony: Sejak awal, investor IKN hanya klaim sepihak dari Indonesia saja, tidak pernah ada pernyataan dari investor asing

[PORTAL-ISLAM.ID] Anthony Budiawan, analis dari Political Economy and Policy Studies (PEPS) mengungkap soal proyek IKN (Ibu Kota Negara) di Kalimantan yang sejak awal hanya klaim sepihak pemerintah terkait investor asing.

"Sejak awal, bukankah investor IKN hanya klaim sepihak dari Indonesia saja: tidak pernah ada pernyataan dari investor, misalnya dari Softbank, Saudi Arabia, Uni Emirat Arab? Kemudian klaim ada investor sudah tanda tangan LOI (letter of intent/surat pernyataan keseriusan minat). Lalu, 25 kali oversubcribed: tapi semua sebatas klaim?" ujar Anthony Budiawan di akun twitternya @AnthonyBudiawan (24/12/2022).

Dalam twitnya Anthony Budiawan menyertakan berita dari media luar negeri THE STRAITS TIMES.

Kutipan berita THE STRAITS TIMES:

Lebih dari tiga tahun setelah Nusantara pertama kali diumumkan, tidak ada satu pun pihak asing – yang didukung negara atau swasta – yang menandatangani kontrak yang mengikat untuk mendanai proyek tersebut, menurut orang yang mengetahui masalah tersebut. Sementara beberapa calon investor telah menandatangani letter of intent (LOI), kata orang-orang, tidak ada komitmen tegas untuk pengeluaran yang sebenarnya.

Bapak Widodo bertekad untuk menyelesaikan proyek tersebut, tetapi situasinya membuatnya tidak sabar dan khawatir, kata orang-orang yang menolak disebutkan namanya saat berdiskusi secara pribadi. Ketika dimintai komentar, juru bicara presiden merujuk pada pidato pada 2 Desember, di mana Jokowi mengatakan bahwa minat untuk berinvestasi di wilayah inti ibu kota baru mengalami kelebihan permintaan 25 kali lipat. Namun, pidato tersebut tidak menentukan apakah kontrak yang mengikat telah ditandatangani.

“Investor asing sangat berhati-hati karena proyek ini masih dalam tahap awal,” kata Dedi Dinarto, analis utama Indonesia di firma penasehat bisnis strategis Global Counsel. Penundaan bertahun-tahun karena pandemi Covid-19 telah membuat calon pendukung ragu-ragu untuk berkomitmen pada proyek gairah seorang presiden yang akan keluar dari jabatannya jauh sebelum kota baru dapat diselesaikan.