Anies, Belajar dari Maroko dan Qatar

Anies, Belajar dari Maroko dan Qatar

Oleh: Isa Ansori

Gooool... menandakan adanya bola masuk ke gawang lawan, Pertandingan Maroko vs Portugal di Piala Dunia 2022 telah selesai, Sabtu 10 Desember 2022.

Hasil pertandingan Maroko menang lawan Portugal. 1 gol semata wayang Maroko mengantarkannya melaju ke semifinal. Gol Maroko tercipta di menit ke 42 yang dicetak oleh Youssef En Nesyri.

Sebelumnya, Maroko juga mengkandaskan ambisi Spanyol dibabak 16 besar, melalui tendangan kaki Achraf Hakimi. 

Hakimi mencetak gol mengantarkan Maroko menyingkirkan Spanyol di babak 16 besar. Di tengah selebrasi kemenangan, Hakimi menghampiri sang ibu di pinggir stadion. Menyambut kecupan penuh doa dari sang ibu.

Tahukah kita semua bahwa Spanyol dan Portugal adalah dua bangsa yang pernah menjajah Indonesia.

Sejarah kedatangan bangsa Portugis dan Spanyol ke Indonesia terjadi pada sekitar abad ke-16 Masehi. Maksud awal dua bangsa Eropa itu ke Nusantara adalah mencari dunia baru penghasil rempah rempah. Namun karena kerakusan dan ketamakannya menguras kekayaan Indonesia, maka mereka mencengkramkan pengaruh kekuasaannya. Portugis di Maluku dan Spanyol di Sulawesi Utara. Konon kabarnya dalam sejarah dicatat Portugis menjajah Pulau Maluku dan Spanyol menjajah Indonesia selama kurang lebih 171 tahun, berawal daru tahun 1521 hingga tahun 1692. Spanyol sendiri hanya menjajah Sulawesi Utara.

Qatar panggung besar piala dunia 2022 menjadi saksi terjungkalnya dua bangsa besar dalam sepak bola. Qatar pun menjadi arena besar bagaimana mengenalkan Islam yang santun, toleran dan "rahmatan lil aalamiin", yang selama ini dituding oleh kelompok kelompok Islamophobia dan radikal sekuler sebagai agama penuh kekerasan.

Dalam pentas politik Indonesia 2024, bisa jadi peristiwa yang terjadi di Qatar, terjungkalnya dua bangsa penjajah (oligarki) yang menguras kekayaan Indonesia akan tumbang ditangan Anies, yang menggambarkan potret Achraf Hakimi, sosok yang santun, sosok yang hormat terhadap orang tua dan selalu menyambut hangat pelukan sang bunda. Sebuah sosok yang jelas nasabnya, tak pernah dia tutup tutupi siapa sang bundanya.

Tekad Anies menyelamatkan bangsanya agar sejalan dengan amanah konstitusi, mencerdaskan, menciptakan perdamaian, menghapus penindasan, menciptakan kesejahteraan dan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, tentu bukanlah sesuatu yang mustahil untuk dilakukan.

Anies tak akan bisa sendirian, sebagaimana Maroko mengalahkan Spanyol dan Portugal, maka Anies adalah striker yang diharapkan mampu mengeksekusi umpan - umpan yang diberikan oleh tim yang bersamanya. Partai Nasdem dengan Surya Paloh sebagai kapten tim, para relawan dan semoga segera disusul oleh PKS dan Partai Demokrat akan menjadi kekuatan bintang untuk membuldozer dominasi dan cengkraman oligarki agar bisa mewujudkan cita cita konstitusi sebagaimana amanat para pendiri bangsa.

Sebagai sebuah tim dengan striker Anies Baswedan, seluruh anggota tim diharapkan mampu memberi umpan umpan cantik dan indah, sehingga menjadi permainan yang apik dan mendapatkan dukungan dan simpati dari penonton, rakyat Indonesia. 

Partai politik pengusung dan Anies berilah keleluasaan untuk menentukan siapa yang tepat dan terbaik untuk menjadi ujung tombak perubahan. Para relawan berlakulah santun dan simpatik dalam memberi umpan lambung ke rakyat agar Anies menjadi sesuatu yang indah dan cantik untuk dieksekusi dan menjadi goal.

Tim yang kuat, saling melengkapi dan mengisi, diharapkan akan mampu membawa harapan bagi seluruh rakyat Indonesia. Bersiaplah dan kemenangan itu sudah dekat. 

Sebagai bagian tim untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, tim Anies marilah belajar dari Qatar, bagaimana Qatar mampu mengalahkan kepongahan barat yang menganggap Timur dan Islam sebagai bangsa yang terbelakang dan lemah sebagaimana anggapan Post Kolonialisme. 

Begitu juga dengan Maroko, marilah kita belajar darinya, bagaimana dia bisa mengalahkan dua bangsa besar sepakbola yang selalu diunggulkan, hanya dengan keyakinan menang, usaha dan kesantunan serta pertolongan Allah dan doa ibu. 

Mari kita buat ibu pertiwi tersenyum kembali setelah sekian lama diperkosa oleh anak anaknya yang rakus dan haus kekuasaan. 

Surabaya, 11 Desember 2022

(*)