Sok Pintar Padahal Bodoh

[PORTAL-ISLAM.ID] Status di atas salah satu contoh orang sok pintar padahal dirinya bodoh. 

Rasulullah SAW bersabda:

"Seandainya dunia ini di sisi Allah senilai harganya dengan sayap nyamuk niscaya Allah tidak akan memberi minum barang seteguk sekalipun kepada orang kafir.” (HR. Tirmidzi, hadits hasan sahih)

Kekayaan di dunia itu memang menyenangkan tapi kekayaan dunia itu ada masa kadaluarsanya.

Harta bisa menyusut.
Kesenangan bisa bosan.
Jasad bisa menua.

Elon Musk sekarang usianya 51 tahun, kesenangannya tinggal tersisa gak ada 50 tahunan lagi, setelah itu selesai.

Makanya harta dunia ini gak berharga, wong cuma bentar doang kita nikmatin, setelah itu kita tinggalin, gak worth it kalau harus mengorbankan kesenangan yang Allah janjikan nanti di Akhirat.

'Kesenangan' dunia Allah berikan kepada siapa saja tanpa memandang keimanan.

Tapi kesenangan dan kebahagiaan di Akhirat hanya Allah khususkan untuk orang beriman dan beramal soleh.

'Kesenangan' dunia adalah bagian dari 1 rahmat Allah yang diturunkan kepada semua makhluknya di dunia, sementara 99 rahmat Allah dikhususkan untuk hambaNya di akhirat.

“Sesungguhnya Allah memiliki 100 rahmat. Salah satu di antaranya diturunkannya kepada kaum jin, manusia, hewan, dan tetumbuhan. Dengan rahmat itulah mereka saling berbelas kasih dan menyayangi. Dengannya pula binatang liar mengasihi anaknya. Dan Allah mengakhirkan 99 rahmat untuk Dia curahkan kepada hamba-hamba-Nya pada hari kiamat.”(muttafaq ‘alaih, dalam Shahih Bukhari no 6104 dan Shahih Muslim no 2725, lafal hadits ini dari Abu Hurairah RA)

اِعْلَمُوْٓا اَنَّمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَّلَهْوٌ وَّزِيْنَةٌ وَّتَفَاخُرٌۢ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِى الْاَمْوَالِ وَالْاَوْلَادِۗ كَمَثَلِ غَيْثٍ اَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهٗ ثُمَّ يَهِيْجُ فَتَرٰىهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُوْنُ حُطَامًاۗ وَفِى الْاٰخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيْدٌۙ وَّمَغْفِرَةٌ مِّنَ اللّٰهِ وَرِضْوَانٌ ۗوَمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَآ اِلَّا مَتَاعُ الْغُرُوْرِ 

"Ketahuilah bahwa kehidupan dunia itu hanyalah permainan, kelengahan, perhiasan, dan saling bermegah-megahan di antara kamu serta berlomba-lomba dalam banyaknya harta dan anak keturunan. (Perumpamaannya adalah) seperti hujan yang tanamannya mengagumkan para petani, lalu mengering dan kamu lihat menguning, kemudian hancur. Di akhirat ada azab yang keras serta ampunan dari Allah dan keridaan-Nya. Kehidupan dunia (bagi orang-orang yang lengah) hanyalah kesenangan yang memperdaya.' [QS Al-Hadid: 20]

(*)