Qatar Perkasa

Qatar Perkasa

Oleh: Tutik Hasanah

Ratusan tahun Qatar berada di bawah kepemimpinan keturunan Khalid Bin Walid, hingga habis masa mereka.

Keturunan Khalid bin Walid yang menguasai Qatar dikenal sebagai Keluarga Muslim. Keluarga Muslim migrasi ke daerah Qatar sekitar tahun 1500 an, dan berkuasa ratusan tahun. 

Saat era pertama kerajaan Saudi, Raja Faisal Bin Turki ingin memasukkan Qatar kedalam kerajaan Nejd bentukannya.

Tapi Keluarga Muslim tidak menyerah, tidak mau tunduk kepada penjajahan, meskipun sesama bangsa Arab. Perang hebat berkecamuk yang berakhir dengan kehancuran kerajaan Saudi periode awal.

Keluarga Suud menyusun kekuatan baru.

Malang bagi Keluarga Muslim di Qatar sesudah Saudi hengkang, terjadi perpecahan antara sesama keluarga Muslim, perang saudara tak terelakkan.

Penduduk Qatar yang mayoritas berasal dari Federasi Bani Utbah bersatu padu mendukung keluarga Thani merebut kekuasaan.

Qasim bin Muhammad membuat Keluarga Thani, penguasa Qatar sekarang berkuasa.

Federasi Bani Utbah berasal dari berbagai suku bangsa Arab yang berjanji saling setia saling membantu.

Mereka kini tersebar di berbagai negara.

Cabang Federasi Bani Utbah yang berkuasa di negara teluk adalah penguasa Qatar dan penguasa Kuwait.

Kekuatan persaudaraan Bani Utbah yang penuh berkah, Allah memberkahi mereka dengan rizki berlimpah.

Keluarga Thani adalah keturanan Bani Tamim.

Sahabat Rasulullah yang paling dekat nasab pada mereka adalah Ya'la bin Umayyah.

Ya'la bin Umayyah anak didik Naufal bin Abdi Manaf, adik bungsu Hasyim buyut Rasulullah.

Ya'la Bin Umayyah adalah seorang pejuang, masuk islam saat futuh Mekkah, dan turut serta dalam perang Hunain, Thaif serta Tabuk.

Abu Bakar, Umar, Utsman merasakan kecakapan Ya'la. Ketiganya memberikan amanah pada Yala dan Ya'la berkhidmah pada dengan sepenuh hati.

Tatkala Utsman terbunuh, Yala menuntut keadilan, ia bergabung dengan pasukan az Zubayr pada perang Jamal.

Tatkala Ya'la telah mampu membaca kondisi sebenarnya ia berada pada pasukan Ali menumpas pemberontakan Muawiyah pada perang Shiffin.

Bani Tamim adalah gudang keberanian dan strategi.

Teringat pada seorang Bani Tamim yang dipuji oleh Abu Bakr "tidak akan terkalahkan pasukan yang didalamnya ada Al qa'qa'", dan Al Qa'qa' bin Amr adalah seorang Bani Tamim.

Rakyat Qatar bangga pada pemimpin mereka yang berasal dari Bani Tamim, bangga pada sejarah keislaman mereka. 

Serial Al Qa'qa' bin Amr mendapat sambutan luar biasa.

Pemimpin Qatar memiliki cara yang unik dalam membela Islam dan Ulama. Tak gembor-gembor sistem Khilafah mereka berjuang dengan apa yang mereka bisa.

Mengenalkan islam pada dunia dengan cara yang out of the box.

Moto GP Qatar yang tanpa selebrasi champagne bisa diikuti Mandalika.

Kini Piala Dunia disetting sedemikian rupa agar Islam dapat dikenalkan dengan cara yang menelusup ke setiap sanubari.

Walillahi al hamdu wa al izzu.

(source: fb)