Banyak Serangan Bikin Elektabilitas Anies Terus Naik

[PORTAL-ISLAM.ID]  Ketua DPP Partai NasDem Willy Aditya mengakui banyak serangan terhadap bakal calon presiden (Capres) Anies Baswedan. Dia menilai semakin banyak serangan, maka elektabilitas semakin naik.

"Ini zaman yang terbuka, apa aja orang bisa melakukan, apalagi hanya spanduk, apalagi hanya status, ya tentu sebagai calon presiden yang sedang trendnya naik tentu serangan, kita nggak tahu itu lempar batu sembunyi tangan. Hal-hal seperti itu bisa aja terjadi semakin memojokan, ya tapi jadi tidak relevan lagi lah. Serangan ini kan bukan hari ini aja kepada Anies, serangan ini kan sudah bertubi-tubi dan semakin banyak serangan kepada Anies semakin naik elektoralnya Anies," ujar Willy kepada wartawan di NasDem Tower, Selasa (22/11/2022).

Willy menyebut Anies tak pernah membalas kampanye negatif yang menyerang dirinya. Menurutnya, fitnah dan hoax yang ditujukan untuk partainya juga sebagai tanda sepak terjang NasDem yang diperhitungkan.

"Itu menunjukan bahwasanya Mas Anies tidak pernah membalas itu, tim tidak pernah membalas itu dengan hal-hal yang sifatnya negatif campaign," ujarnya.

"Gini, semakin banyak fitnah, semakin banyak hoax, semakin banyak gorengan, ya itu menunjukkan bagaimana eksistensi NasDem dan sepak terjang NasDem benar-benar diperhitungkan. Itu aja. Artinya konsen betul apa yang dilakukan. NasDem kentut aja ternyata jadi isu gitu. Iya kan?," Imbuhnya.

Kemudian, dia mengatakan obrolan pertemuan Anies dan Ketum NasDem, Surya Paloh, tadi siang berlangsung santai. Dalam kesempatan itu, dia mengatakan Paloh berpesan agar Anies menjaga kesehatan.

"Ya ngobrol aja memang ngobrol santai aja. Jadi kan Pak Anies pengen ketemu Pak Surya, ngobrol ya ngobrol santai, ada saya, Pak Ahmad, Pak Sugeng, Pak Surya," ujarnya.

Lebih lanjut, Willy mengatakan Anies Baswedan akan melakukan safari politik ke Palu, Kamis (24/11/2022) besok . Kunjungan Anies itu terkait acara Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI).

"Ya ke Palu besok, lusa," ucapnya, dilansir detikcom.