4 warga yang meninggal ada di perumahan bagus, bukan miskin, sebagian besar warganya tionghoa, Ketua RTnya Pak Asiong, lalu kenapa yg disalahkan orang Islam dan dikaitkan dg ibadah Haji?

[PORTAL-ISLAM.ID]  Empat jenazah yang masih satu keluarga ditemukan meninggal di Perumahan Citra Garden, Kalideres, Jakarta pada Jum'at, 11 November 2022. Mereka meninggal dengan kondisi perut kosong sejak lama. 

Namun, Ketua RT 7 RW 15, Asiong sebut mereka bukan keluarga miskin. 

Sebab, keluarga mereka tidak terdaftar dalam daftar keluarga miskin, dan bukan penerima bansos. 

"Engga (terdaftar sebagai keluarga miskin). Bukan (penerima bansos)," kata Asiong kepada Tempo pada Jum'at, 11 November 2022. 

Asiong juga tidak mengetahui pekerjaan dan aktivitas sehari-hari korban. Menurutnya, korban tertutup dan jarang bergaul. 

"Nggak tahu. Tertutup soalnya orangnya," ujar Asiong. 

Sebelumnya, warga sekitar rumah korban mencium bau busuk yang menyengat yang berasal dari rumah korban. Ketika ditelusuri, rumah yang menjadi tempat kejadian perkara (TKP) terkunci. Sehingga pagar besi rumah dan pintu terpaksa dibongkar.

Ternyata ditemukan empat jenazah yang diduga satu anggota keluarga. Saat ini, barang bukti yang dikantongi polisi adalah handphone, buku catatan, dan barang-barang lain di dalam rumah tersebut.

Kapolres Metro Jakarta Barat Komisaris Besar Polisi Pasma Royce menjelaskan bahwa kematian empat orang yang jenazahnya ditemukan di sebuah rumah di Kalideres diperkirakan telah terjadi sejak tiga minggu lalu.

Penjelasan itu berdasarkan hasil pemeriksaan dokter forensik Rumah Sakit Polri Kramat Jati yang memeriksa. "Berdasarkan dari keterangan dari dokter forensik bahwa kematian ini dari tiga minggu yang lalu," ujarnya di Polres Metro Jakarta Barat, Jumat, 11 November 2022.

***

Yang bikin geger di media sosial adalah tulisan berita dari KompasTV terkait kejadian ini dengan judul yang gak nyambung, tendensius, dan terkesan kuat memframing ajaran Islam dan orang Islam.

Judul berita KompasTV itu "Membantu Tetangga yang Kelaparan Lebih Utama daripada Berhaji, Sayangnya Banyak yang Tidak Peka".

Sontak saja KOMPASTV banyak menuai kecaman karena judul dan framing berita itu sangat ngawur, tidak berdasar fakta yang terjadi, hanya karangan dan mengait-ngaitkan yang sama sekali tidak ada kaitannya.

"Ini perumahan bagus yg sebagian besar warganya adalah saudara2 kita tionghoa. Ketua RTnya namanya Pak Asiong. Kenapa yg disalahkan orang Islam, min @KompasTV? Kenapa ga nulis ajaran agama lain atau ajaran moral universal ttg keutamaan menolong?" ujar akun @abangan_.

"Anda ini bener2 investigasi gak? korbannya adalah keluarga tionghoa, tetangga yg mengendus bau pertama kali tionghoa, pak RTnya tionghoa. kenapa yg lu salahin umat Islam, @KompasTV? Ada kebusukan apa di kepala kalian?" lanjutnya.

Setelah banyak diprotes, postingan KompasTV di twitter sudah dihapus. Tapi postingan di situsnya masih dengan judul yang sama.

___________
*UPDATE: KompasTV akhirnya mengganti judul berita di situsnya. Judul baru "Kasus Kematian Keluarga di Kalideres karena Dugaan Kelaparan dan Pentingnya Kesalehan Sosial".

Catatan Redaksi KompasTV: 

Redaksi mengubah judul artikel di atas untuk memberi konteks yang lebih tepat. Sebelumnya, judul artikel di atas 'Membantu Tetangga yang Kelaparan Lebih Utama daripada Berhaji, Sayangnya Banyak yang Tidak Peka'