Menghitung Anies

Menghitung Anies 

By @irfanenjo

Menarik hitungan-hitungan banyak orang tentang pencapresan Anies. Ada  yang menghitung Anies tidak akan dapat tiket capres dari partai politik pada akhirnya. Ada yang menghitung  Anies tidak akan dicapreskan Partai Nasdem sejak dini. Ada yang menghitung akan ada tembok antara pemilih Anies dan pemilih Nasdem; basis pemilih Anies akan sulit memilih Nasdem, dan basis pemilih Nasdem akan sulit memilih Anies. 

Ada yang menghitung Anies hanya akan menjadi alat Nasdem untuk mendapatkan efek elektoral. Ada yang menghitung Anies akan menjadi korban pertempuran antar elit dan oligarki. Ada yang menghitung Anies akan menang jika hanya ada tiga pasang capres. Ada yang menghitung Anies hanya akan menang jika hanya dua pasang capres. 

Ada yang menghitung Anies akan kesulitan menentukan cawapres. Ada yang menghitung ada JK dibalik pencapresan Anies. Ada yang menghitung Anies akan menggunakan strategi politik identitas. Ada yang menghitung Anies akan didukung Amerika untuk melawan dominasi pengaruh Cina di Indonesia. 

Dan masih banyak lagi hitung-hitungan tentang Anies dengan berbagai macam data dan analisa. 

Terlepas dari itu semua, pencapresan dini Anies oleh Partai Nasdem 3 Oktober 2022 lalu telah berhasil mempengaruhi konstelasi politik nasional. Banyak hitung-hitungan yang kandas, ada juga hitung-hitungan yang sedang dan mungkin akan terjadi. 

Politik itu tidak berjalan linier, banyak variabel yang bermain, serba tidak pasti dan tidak jelas, apalagi penetapan capres masih setahun lagi, apapun bisa terjadi sebelum hari "H" penetapan. 

Hitungan mana yang akhirnya akan terbukti masih misteri. Apalagi ada juga hitung-hitungan Anies akan jadi tersangka KPK di kasus Formula E, makin rumit hitungannya. 

Setahun ini publik akan banyak menyaksikan drama-drama copras-capres yang dinamis dan ceritanya sangat sulit ditebak. Bagaimanapun juga suka atau tidak suka Anies dan Partai Nasdem sudah menjadi "game changer" (penentu permainan) sementara ini. Pencapresan Anies oleh Nasdem mengundang banyak respon politik; Presiden PKS tiba-tiba membuat video pendek merespon pencapresan Anies, arus bawah PKS menghendaki Anies jadi capres PKS, Anies bertemu AHY, para surveyor turun gunung, dan terakhir Mega bertemu Jokowi. 

Ibarat permainan catur, Nasdem dan Anies sudah melangkah, dan memaksa semua harus melangkah. Kita lihat arah langkah selanjutnya.... 

Orkestra sudah dimainkan Nasdem dan Anies, apakah merdu atau sumbang kita tunggu??? 

Yang jelas...permainan sudah dimulai..... 

(*)