Asy-Syahid Uday al-Tamimi Pemuda Palestina yang Gagah Berani Baku Tembak Melawan Israel Sendirian

[PORTAL-ISLAM.ID]  Potongan surat terakhir dari pemuda Palestina yang gagah berani baku tembak melawan Israel sendirian, Asy-Syahid Uday al-Tamimi rahimahullah:

"Aku tahu bahwa akan gugur cepat atau lambat. Dan akupun tahu bahwa operasi yang aku lakukan ini tidak akan bisa memerdekakan Palestina. Namun aku lakukan ini demi sebuah tujuan besar di masa mendatang. Yaitu menggerakkan ratusan pemuda lain melaksanakan operasi yang sama dan mau memanggul senjata setelah kematianku."

***

Pelaku aksi penembakan di Shuafat al-Quds, Uday Tamimi (22 tahun), kembali melakukan aksi berani mati dengan melakukan aksi penembakan di pintu masuk permukiman Yahudi Ma’ale Adumim di timur al-Quds, Rabu (18 Oktober 2022) malam. Tamimi gugur syahid dan seorang penjaga keamanan Zionis terluka.

Sebelumnya pada 8 Oktober Tamimi melakukan aksi penembakan di pos pemeriksaan militer Shuafat, yang menyebabkan terbunuhnya seorang tentara Zionis dan melukai dua orang tentara lainnya.
Sebuah rekaman video menunjukkan keberanian luar biasa dari Tamimi, saat ia terlibat dalam baku tembak dengan tentara pendudukan Zionis Israel dan penjaga keamanan permukiman Ma’ale Adumim. (video dibawah postingan -red)

Dalam rekaman tersebut nampak Tamimi mengenakan pakaian hitam, dan menembak dengan berani ke arah pasukan pendudukan Zionis Israel dan penjaga permukiman.

Media Israel menegaskan bahwa pejuang Palestina yang melakukan aksi penembakan itu adalah Uday Tamimi, yang melakukan aksi penembakan di pos pemeriksaan militer Shuafat beberapa hari yang lalu, yang menyebabkan terbunuhnya seorang tentara Zionis dan melukai dua orang tentara lainnya.

Media-media Israel melaporkan pernyataan Menteri Perang Israel dan kantor Perdana Menteri Zionis Israel, Lapid, yang mengkonfirmasi kematian Uday Tamimi.

Saluran TV14 Israel melaporkan bahwa seorang pemuda Palestina tiba di pintu masuk permukiman Ma'ale Adumim dan menembak dua penjaga keamanan Israel, melukai salah satu dari mereka, sebelum penjaga lainnya menembak dan melukai pemuda itu.

Kondisi penjaga keamanan Zionis tersebut mengalami luka sedang, sementara koresponden Israel menyatakan bahwa penembak itu "tewas" (syahid).

Media Israel menerbitkan foto-foto penembak tergeletak di tanah dan dikelilingi oleh tentara pendudukan Zionis Israel, mengarahkan senjata mereka ke arahnya, sebelum kemudian secara resmi mengumumkan kematiannya.

Kemudian, pasukan pendudukan Zionis Israel mengumumkan bahwa pelakunya adalah Uday Tamimi, yang telah menjadi buron pasukan pendudukan Zionis Israel sejak aksi penembakan yang dilakukannya di pos pemeriksaan militer Shuafat.

Tamimi menjadi terkenal setelah pendudukan Zionis Israel mengumumkan bahwa dia adalah pelaku aksi penembakan di pos pemeriksaan militer Shuafat pada 8 Oktober lalu dan dia terus menjadi target pengejaran sengit yang dilakukan pasukan pendudukan Zionis Israel selama beberapa hari terakhir. 

Hamas: Asy-Syahid Tamimi Inspirasi Ribuan Pemuda Palestina

Anggota pimpinan Hamas di luar negeri, Hisham Qassem, mengatakan bahwa apa yang dilakukan oleh martir Asy-Syahid Uday al-Tamimi, merupakan inspirasi bagi ribuan anak muda yang ingin meniru, menyerang saraf musuh, menembus front internalnya, dan mengubah jalan-jalan Palestina “yang diduduki” menjadi lapangan umum untuk menargetkan tentara pendudukan dan kawanan pemukim yahudi.
Dia menekankan, dalam sebuah pernyataan pers, bahwa kesyahidan heroik Uday al-Tamimi merupakan pembuktian nyata untuk membuat model dan contoh yang dapat ditiru oleh pemuda Palestina di wilayah pendudukan.

Qassem percaya bahwa apa yang disaksikan seluruh dunia dari martir dalam dua operasi gerilyanya, kepahlawanan yang unik dan luar biasa, adalah salah satu faktor kebangkitan dan perlawanan di Tepi Barat.

Dia mengatakan sikap internal lembaga entitas Israel yang saling tuduh dan saling menyalahkan karena kegagalannya untuk menangkap martir Uday dan kegagalan selanjutnya untuk mencegah terjadinya serangan gerilya pertama dan kedua. Dalam sebuah cara yang lebih jelas kerapuhan entitas ini di satu sisi, dan kemampuan perlawanan kita dan pemuda kita untuk menembus sistem keamanan dan militernya di satu sisi. Di sisi lain, kasus ini membongkar kedok kerapuhan itu di depan publik internal Israel dan opini publik dunia di pihak lainnya.

Qasim menambahkan, "Meskipun kita berada di depan entitas yang dipersenjatai dengan senjata nuklir, tetapi seorang pemuda perlawanan mampu memberinya pelajaran keras dalam kejutan, penyamaran, dan serangan."

Uday al-Tamimi, pelaku operasi serangan pos pemeriksaan Shuafat pada 9 Oktober, dan seorang buron sejak itu, tewas kemarin malam setelah baku tembak dengan tentara pendudukan Israel di pintu masuk pemukiman Ma'ale Adumim.

Koresponden media Israel menganggap apa yang terjadi sebagai kegagalan keamanan Israel yang serius. Setelah 10 hari mencari, Tamimi muncul dan melakukan operasi lain di dekat kantor polisi, jauh dari tempat dia melakukan operasinya. 

[VIDEO - Detik-detik Terakhir Asy-Syahid Tamimi]

Sumber: Palinfo