RUWET RUWET RUWET

Saya berapa hari ini kayak lunglai menulis, bagaimana bisa negara kita disebut negara hukum kalau HAKIM AGUNG nya jual-beli perkara (beberapa hakim Agung ditangkap tangan KPK).

Bagaimana rakyat bisa dapat pengayoman, kalau polisinya membunuh anak buahnya yang juga polisi dan sampai hari ini lebih dari dua bulan kasusnya berjalan, tapi gak jelas juntrungnya.

Yang terjadi rupanya sekarang saling sandera. Pasukan Sambo mengancam akan membuka berbagai kasus baik di KPK maupun di kepolisian, dan juga siapa saja yang suka bermain perkara, plus akan dibuka aliran duit Satgassus.

Bagaimana kita menjadi bangsa yang maju kalau moral orang Indonesia, termasuk anak-anak mudanya dirusak oleh para oknum polisi yang menjadi backing perjudian on line maupun off line, peredaran Narkoba, investasi bodong, pencucian uang dan prostitusi? 

Terus ekonomi itu seperti berhenti, karena semua barang-barang mahal atau naik, sementara daya beli ancurrrr. Omset perusahaan di berbagi bidang turun sampai 40 persen, sementara di kelas UMKM seperti warung makan, toko kerajinan dll, malah turunnya 100 persen alias zonk tidak laku.

Terus mau nulis apa?????

(Naniek S Deyang)

*fb