Rustri, Ganjar, Puan

Rustri, Ganjar, Puan

By Tere Liye*

90% lebih netizen itu tdk tahu sejarah politik. Blas. Lupa. Baiklah, kami bantu mengingatkan. Sejarah itu penting sekali loh, karena kita bisa belajar dari situ.

Tahun 2013, adalah pemilihan gubernur Jateng. 10 tahun lalu.

Adalah Rustriningsih, calon gubernur yang kuat. Menjadi kader PDIP sejak 1990-an, pernah menjadi anggota DPR, Bupati Kebumen 2 periode, dan Wakil Gubernur 2008-2013. Wah, kurang apalagi dia.

Secara teoritis, Rustriningsih akan jadi calon gubernur PDIP dong. Karena dia wagub incumbent, kader PDIP. Tapi apa yang terjadi? Megawati mengumumkan nama Ganjar Pranowo sebagai cagub. Rustriningsih diduga tidak santun. Singkat cerita, setelah drama demi drama, Rustriningsih dipecat dari PDIP. Namanya tenggelam.

Apakah Ganjar Pranowo ingat kisah ini? Tentu dia ingat. Di PDIP itu adalah hak Megawati menentukan siapa jadi siapa. Termasuk jika ada anak kecil yg tdk punya pengalaman politik mau nyalon, jika Mega bilang 'iya', seluruh partai bilang 'iya'. Itulah demokrasi versi PDIP.

Tahun 2024, sejarah ini mungkin terulang.

Kali ini, ehem, Ganjar Pranowo sebagai pihak dengan posisi seperti Rustriningsih dulu. Ganjar itu jelas adalah kandidat kuat capres. Tiga besar bersama Prabowo dan Anies Baswedan. Tapi sayangnya, itu tergantung Mega.

Ganjar bisa keluar dari PDIP, bisa! Tapi PDIP tdk akan peduli. Prinsip partai ini sederhana, kamu nurut sama Mega, atau kamu keluar. Selesai.

Masih setahun lagi sebelum pendaftaran capres. Sekali Ganjar banyak tingkah, nasibnya bisa seperti Rustriningsih.

Ehem, pendukung die hard Ganjar (yg lazimnya otomatis fans Jokowi) tentu berharap Ganjar jadi capres PDIP. Tapi apa yg akan kalian lakukan, jika ternyata besok2 bahkan Jokowi pun mendukung Puan Maharani?

Cup cup cup, ayo sini, ikutan nge like lagi tulisan2 Tere Liye. Cup cup cup, ayo sini, ikutan lagi kritik soal utang negara meroket, kurs lemah, infrastruktur mubazir, dll. Jangan malu2.

20 tahun Tere Liye menulis, sudah biasa melihat hipokrasi gila ini. Opini2 kalian itu hanya tergantung idola saja. Kalian boleh jadi tdk pernah benar2 mencintai negeri ini. Apalagi buzzer2, sibuuuk dgn kelompoknya saja.

*fb