Para binatang itu tega memenjarakan seorang Ustadzah

Para binatang itu tega memenjarakan seorang Ustadzah, seorang guru, seorang panutan, dan seorang ibu dari anak kecil yang kala itu baru masuk sekolah dasar. Mereka tak peduli tangisan anak tersebut, juga tak peduli dengan status Ibu sang Ustadzah tersebut. Tidak ada keringanan, tidak ada belas kasihan.

Sebab apa? 

Kesalahan sepele. Yang mungkin pernah dilakukan oleh semua pemakai dunia maya.

Tapi kini, mereka tak berani memenjarakan seorang kaki tangan pembunuh keji. Yang selama ini diperkirakan sebagai seorang penggemar berondong jagung.

Sebab apa?

Karena katanya si tukang nyobain berondong masih punya anak. Gak peduli kalo anaknya udah bangkotan tetap ajah dicari-cari hal yang meringankan.

Mungkinkah mereka begitu karena merasa kalah buas?

Kabarnya dunia binatang memang begitu. 

Yang paling buas ada di trah tertinggi. Yang baik hanya oknum, dan mati ditelan sebelum mulai menanjak. Entahlah!

Memang macam-macam saja ulah para binatang di negeri Wakanda. 

(Aisha Rara)