70 Pendeta Deklarasikan Sahabat Anies Baswedan Sumut

[PORTAL-ISLAM.ID]  Kota Pematang Siantar, Sumatera Utara, menjadi saksi bahwa Gubernur Anies Baswedan diterima semua kalangan umat beragama termasuk umat Kristiani.

Sedikitnya 70 rohaniawan dari berbagai denominasi gereja berkumpul di Graha Cahaya Kemuliaan, Jalan Seribudolok, Kelurahan Nagahuta, Kecamatan Siantar Marimbun, Sabtu, 27 Agustus 2022.

Datang dari 20 kabupaten/kota yang ada di Sumut, mereka mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai calon presiden. Bahkan sekaligus membentuk kelompok relawan Sahabat Anies Baswedan Sumatera Utara (SAINS).

“Kami Sahabat Anies Baswedan Sumatera Utara hari ini bersama-sama berdoa mendukung (Anies Baswedan) bahkan untuk Indonesia maju. Demikian closing statement kami. Tuhan memberkati. Horas,” ucap pendeta Dr. Harapan Nainggolan dari Gereja Pantekosta di Indonesia (GPDI) Medan, yang didaulat menutup pembacaan deklarasi.

Ketua Asosiasi Pendeta Indonesia (API) Siantar, Dr. Zahara Sitinjak, yang sebelumnya membacakan isi deklarasi dan alasan mendukung Anies, lalu menyambut dengan meneriakkan yel-yel dukungan kepada Gubernur DKI Jakarta tersebut.

Pembina SAINS Sumut, Pendeta Horas Sianturi, menjelaskan mereka mendukung Anies Baswedan sebagai calon presiden karena menilai Gubernur DKI Jakarta itu bisa membawa Indonesia menjadi lebih baik.

“Pada prinsipnya kita coba membuat yang namanya sebuah informasi tentang anak-anak bangsa yang potensial bisa membawa Indonesia ke arah yang lebih baik. Tentunya salah satunya adalah Bang Anies,” jelasnya dalam perbincangan dengan KBA News.

Penilaian tersebut berdasarkan rekam jajak Anies selama ini. Dia menilai Anies berhasil selama memimpin ibu kota. Berbagai infrastruktur spektakuler berhasil dia bangun. Misalnya Jakarta International Stadium (JIS).

Belum lagi bagaimana perhatian dan kepedulian Anies terhadap umat beragama. Pendeta dari Gereja Injil Seutuh Internasional (GISI) ini menyontohkan program Bantuan Operasional Tempat Ibadah (BOTI) yang dicanangkan Gubernur Anies.

“Program Bantuan Operasional Tempat Ibadah di Indonesia, baru di Jakarta yang kami dengar ada,” paparnya.

Bahkan sambungnya, Anies juga merevitalisasi gedung Gereja Protestan di Indonesia Bagian Barat (GPIB) Immanuel di Gambir, Jakarta Pusat dan menjadikannya sebagai cagar budaya. Tidak tanggung-tanggung, Pemprov DKI sampai menggelontorkan dana sebesar Rp 24,6 miliar untuk proyek revitalisasi tersebut.

Pihaknya yang selama ini termakan isu bahwa Anies seorang pemimpin yang intoleran sadar bahwa Anies bukan seperti yang dituduhkan.

“Selama ini kami berpikir Anies itu intoleran. Setelah kami dapati, tidak ada di masa kepemimpinannya tentang intoleran. Bahkan semua berjalan dengan baik. (Pengurusan) IMB gereja juga berjalan dengan baik. Bantuan-bantuan kepada gereja juga berjalan dengan baik. Kenapa ada isu-isu seolah-olah Bang Anies ini intoleran,” katanya mempertanyakan.

Menariknya, mereka tidak hanya mengetahui melalui pemberitaan tentang berbagai prestasi Anies tersebut. Tapi menyaksikan langsung beberapa capaian orang nomor satu di Ibu Kota itu dengan datang secara khusus ke Jakarta. Termasuk menemui pimpinan dan pelayan GPIB Immanuel untuk mendapatkan informasi secara langsung.

“Kita ke sana karena hati. Kita mau melihat langsung. Bukan karena ada sesuatu yang dijanjikan. Kita mau bergerak dengan hati,” ungkap Pendeta yang juga menjabat sebagai Sekretaris Persekutuan Gereja-gereja dan Lembaga Injili Indonesia (PGLII) Siantar, Simalungun, Sumut ini.

Karena itu, mereka berharap banyak kalau seandainya mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tersebut menjadi Presiden RI ke-8 penerus pemerintahan Joko Widodo.

“Harapan kita kalau terpilih sosok seperti Bang Anies, bisa menunjukkan hal yang lebih baik ke depan,” tandasnya. (kba)