JANGAN SAMPAI KELAK KITA DIKUMPULKAN DENGAN GEROMBOLAN MEREKA

JANGAN SAMPAI KELAK KITA DIKUMPULKAN DENGAN GEROMBOLAN MEREKA

Oleh: Abu Sumayyah

Menghina seorang muslim, bisa menjerumuskan pelakunya kepada kefasikan. Sebagaimana Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, 

سِبَابُ اَلْمُسْلِمِ فُسُوْقٌ

“Menghina atau mencaci seorang muslim itu adalah suatu kefasikan." (Muttafaqun ‘alaih)

Sedangkan menghina syari'at atau ajaran Islam, bisa menjerumuskan pelakunya kepada kekufuran. Sebagaimana Allah Azza wa Jalla menjelaskan dalam firman-Nya, 

وَلَىِٕنْ سَاَلْتَهُمْ لَيَقُوْلُنَّ اِنَّمَا كُنَّا نَخُوْضُ وَنَلْعَبُ ۗ قُلْ اَبِاللّٰهِ وَاٰيٰتِهٖ وَرَسُوْلِهٖ كُنْتُمْ تَسْتَهْزِءُوْنَ

"Dan jika kamu tanyakan kepada mereka, niscaya mereka akan menjawab, 'Sesungguhnya kami hanya bersenda gurau dan bermain-main saja.' Katakanlah, 'Mengapa kepada Allah, dan ayat-ayat-Nya serta Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?” (QS. At-Taubah: 65)

لَا تَعْتَذِرُوْا قَدْ كَفَرْتُمْ بَعْدَ اِيْمَانِكُمْ ۗ 

"Tidak perlu kamu meminta maaf, karena kamu telah kafir setelah beriman."  (QS. At-Taubah : 66)

Bukan menjadi suatu yang rahasia lagi, kalau si Kunthet dan gerombolannya sering kali menghina kaum muslimin terlebih para ustadz dan aktifis muslim yang dianggap berseberangan dengannya. Bahkan, dengan terang-terangan mereka menghina ajaran-ajaran Islam. Diantaranya yang dilakukannya beberapa waktu yang lalu ketika mengomentari tausiyah seorang ustadzah tentang bidadari surga. 

Oleh karena itu, seorang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya sudah seharusnya tidak dekat-dekat dengan gerombolan para penghina agama, duduk ngobrol bareng bersama mereka, bahkan pro dengan statemen atau pendapat-pendapatnya, walaupun hanya sekedar menaruh tanda "like" di statusnya. Hal ini dikarenakan ada ancaman yang berat dari Allah Azza wa Jalla, 

وَقَدْ نَزَّلَ عَلَيْكُمْ فِى الْكِتٰبِ اَنْ اِذَا سَمِعْتُمْ اٰيٰتِ اللّٰهِ يُكْفَرُ بِهَا وَيُسْتَهْزَاُ بِهَا فَلَا تَقْعُدُوْا مَعَهُمْ حَتّٰى يَخُوْضُوْا فِيْ حَدِيْثٍ غَيْرِهٖٓ ۖ اِنَّكُمْ اِذًا مِّثْلُهُمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ جَامِعُ الْمُنٰفِقِيْنَ وَالْكٰفِرِيْنَ فِيْ جَهَنَّمَ جَمِيْعًاۙ

"Dan sungguh, Allah telah menurunkan (ketentuan) bagimu di dalam kitab (Al-Qu'ran) bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olokkan, maka janganlah kamu duduk bersama mereka, sebelum mereka memasuki pembicaraan yang lain. Karena (kalau tetap duduk dengan mereka), tentulah kamu serupa dengan mereka. Sungguh, Allah akan mengumpulkan semua orang-orang munafik dan orang-orang kafir di neraka Jahanam." (QS: An-Nisa: 140)

Yaa Rabb, hinakanlah orang-orang yang menghina agama-Mu, di dunia sebelum akhirat, kecuali mereka mau bertaubat dengan taubat nasuha dan mengakui kesalahannya. Aamiin. 

(fb)