dr. Tifa: Kalian ini Penguasa Sudah Seperti VOC, Kuras yang bisa dikuras, Hisap yang bisa dihisap

[PORTAL-ISLAM.ID] dr Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa tegas menyebut penguasa sekarang sudah tidak beda dengan VOC.

"Kalian ini, Penguasa. Saat ini kalian tak beda spt VOC, spt  Penjajah Belanda thd kami, Rakyat," kata Dokter Tifa di akun twittenrya @DokterTifa pada 21 September 2022.

"Kalian ambil yang bisa diambil, kuras yang bisa dikuras, Hisap yang bisa dihisap, dari alam, dari tanah, dari air, dari udara, bahkan darah kami pun kalian buat jadi dagangan," lanjut Dokter Tifa.

Di kalangan orang Indonesia bahkan juga di Malaysia pada era penjajahan, VOC memiliki sebutan populer Kompeni atau Kumpeni karena penindasannya dan pemerasan kepada rakyat.

Dokter Tifa melnajutkan twitnya:

"Sekarang, gerak langkah kami pun kalian mata-matai. Kemana kami pergi, apa yang kami beli, kami makan, berapa jumlah BBM yg kami pakai, air yg kami gunakan, listrik yg kami butuhkan.

Bahkan uang yg kami miliki, hak milik dan kekayaan kami yg tak seberapa pun kalian ingin ketahui."

"Bahkan percakapan yg kami lakukan, foto2 pribadi, file2 dan segala dokumen yg selama ini jadi privacy setiap orang, bahkan ketika kami sekedar ingin sembunyi, kalian kuntit kami spt kami ini binatang peliharaan."

"Aplikasi Peduli Lindungi dan NIK hanyalah modus kalian pasang kalung berpeneng di leher kami spt kami ini anjing, agar bisa kalian monitor kemana kami ingin bermain bahkan ketika kami ingin kencing di balik pohon."

"Kehidupan seperti apa ini? Ketika semua manusia dimasukkan dalam kerangkeng virtual, seakan kami adalah hewan2 di kebun binatang, yg nantinya kalian akan menempatkan kami di kandang2 sesuai dg harga yg kalian tetapkan buat kami."

"Sementara kalian berpesta-pora, berfoya-foya, mengambil hak kami dan mencuci uang kemana2, saat ini juga kami tahu kalian ini cuma rencanakan Sirkus yg namanya Pilpres. Di mana rakyat bodoh ini masih merasa mereka punya hak utk memilih siapa Ratu Adil berikutnya."

"Satu hal yg kalian tidak punya, dan kami punya! Kami punya Tuhan sedang kalian tidak! Kami punya masa depan yg bisa diperjuangkan. Sedang yg kalian punya hanya kerak neraka. Kalian perjuangan dunia sampai habis2an tanpa sadar kalian gadaikan akhirat. Catat itu baik2!"