Bukan soal BBM impor atau engga, subsidi atau engga, emang kalian aja yang missmanagement (gak becus), lalu konsumen yang harus nanggung

RON97 Malaysia (RM 4,30 = Rp 14.190) yang ga disubsidi aja tetep lebih murah dikit dari Pertamax 95.

Ga usa soal BBM, soal migor aja, kita penghasil sawit terbesar kok, harga pasar malah diatur Malaysia, migor kita lebih mahal.

Batubara yang kita penghasil terbesar, bukan importir, tetep aja listrik kita lebih mahal.

Bukan soal BBM import atau engga kok, subsidi atau engga kok, emang kalian aja yang missmanagement (gak becus), masalah internal kalian dibebankan ke konsumen

(Rudyno)