Setiap Bulan Bertemu Relawan... Pak Jokowi Mau Tiga Periode, atau Lagi Mencari Jalan untuk Tiga Periode atau Menjadi King Maker?

Pak Jokowi Mau Tiga Periode, atau Lagi Mencari Jalan untuk Tiga Periode atau Menjadi King Maker?

Catatan: Naniek S Deyang

Di tengah kesulitan rakyat karena BBM naik baik yg subsidi maupun yg tidak subsidi, dan juga di tengah berita Sambo yang tidak jelas motif atas pembunuhan anak buahnya, ternyata Pak Jokowi, presiden kita gencar bertemu relawan.

Hari Minggu kemarin Pak Jokowi hadir di acara Musyawarah Rakyat Indonesia (Musra) di gedung Sport Center Arcamanik, Bandung.

Di kesempatan itu Pak Jokowi yg selama ini menolak wacana tiga periode, justru blak-blakan membolehkan pendukunya utk berwacana tiga periode, dengan alasan demi demokrasi.

Tak hanya hari Minggu (28/8), tetapi hari Jum'at (26/8) Pak Jokowi dua kali bertemu relawan, yaitu hadir dalam Rapimnas Bravo Lima di Ancol. Bravo Lima adalah relawan Jokowi besutan Menteri Luhut Panjaitan. Hari Jum'at itu juga Pak Jokowi juga bertemu relawan yang menamakan Plat K di Istana Merdeka.

Sebetulnya sebelum pertemuan marathon dengan relawan Jokowi dari berbagai organisasi,  hampir setiap bulan Pak Jokowi menemui relawan. Bulan Juli misalnya mengundang relawan yg dianggap loyal dan setia ke Istana Bogor, kemudian bulan Juni Pak Jokowi juga menemui relawannya yg menamakan diri tim 7 di Ancol, dimana di situ temanya "Silaturahmi Relawan Tim 7 Jokowi Presiden 2024 SATU sikap #BERSAMA JOKOWI".

Kemudian di bulan Mei 2022, mengambil tempat di daerah Borobudur-Jawa Tengah, Pak Jokowi juga mendatangi Rakernas Projo yang dihadiri 5000 relawan.

Entah apa manuver yang diinginkan Pak Jokowi, namun setiap bertemu para relawanya dia selalu berpesan "ojo kesusu" (jangan terburu-buru), para relawannya itu menjagokan atau mendukung Capres tertentu.

Apakah kalimat "ojo kesusu" itu sebagai bentuk pesan pada relawannya, bahwa dia lagi tengah mencari jalan untuk bisa tiga periode?

Seperti diketahui beberapa waktu lalu tiga partai yg tergabung dalam KIB (PPP, Golkar dan PAN) plus PKB terang-terangan mendukung Pak Jokowi utk tiga periode. Namun wacana itu dihantam partai lain, termasuk Ketum PDIP, dan akhirnya wacana itu "mendingin". Bahkan Pak Jokowi sendiri melarang pendukungnya bicara soal wacana tiga periode, karena menyalahi konstitusi.

Namun wacana tiga periode, kini mulai menghangat lagi dengan gencarnya Pak Jokowi menemui relawannya. Bahkan Pak Jokowi pun kini membolehkan pendukungnya utk bicara dirinya maju tiga periode, karena itu merupakan bagian dari  demokrasi. 

Entahlah, apakah ini pertanda ada celah yg dilihat Pak Jokowi dan timnya, untuk bisa mengubah konstitusi, atau sekedar gebrakan utk mengatakan pada siapapun, bahwa beliau akan jadi King Maker di tahun 2024 karena beliau memiliki pasukan relawan? Entahlah...

Saya tidak mau berkonklusi atau bersikap apapun, saya hanya ingin mengatakan keadaan sekarang rakyat benar-benar susah. Seperti yg saya tulis sebelumnya ekonomi saat ini pincang, yg hidup hanya orang kaya yaitu konglomerat, pejabat, mantan Tim sukses dan para buzzer yg jumlahnya mungkin hamya sekitar 10 persen dari penduduk Indonesia. Selebihnya rakyat dirundung sedih yg tak terperih karena BBM naik, inflasi pangan sdh 10 persen, harga-harga pangan naik hampir dua kali lipat, berjualaan apapun sepi karena daya beli ngedrop, dan juga rakyat saat ini sulit mencari pekerjaan.

Sementara di kelas paling  bawah bisa makan 1-2 saja sudah luar biasa. Saat ini dimana-mana kita akan melihat sopir angkot, tukang becak, tukang asongan dll makan dg nasi separuh dengan lauk hanya sayur atau kuah sayur, yg penting harganya gak lebih 5000 di warung -warung kecil.

Para petani juga menangis, karena banyak yg gagal panen, lantaran tidak kuat membeli pupuk non subsidi yg naik 100 persen, obat-obatan utk hama dan bibit yg unggul juga melonjak luar biasa harganya. 

Tak hanya petani, para nelayan juga menangis darah, lantaran tidak ada solar utk melaut dan  sangat sulit mencarinya. Apalagi setelah sulit dicari, kini harganya naik.

Saya berdoa semoga Allah SWT mengasihani 280 juta lebih rakyat Indonesia, apapun agama dan sukunya, serta bahasanya. Semoga ekonomi membaik, sehingga tidak ada lagi suara tangisan anak - anak miskin yg kelaparan..Aamiin YRA.

(fb)