Sedih... AKP Irfan Widyanto Lulusan Terbaik Polri Peraih Adhi Makayasa Terseret Kasus Sambo

Sedih saya melihat para peraih Adhi Makayasa (lulusan terbaik) tapi terlibat kejahatan.

Bahkan banyak juga yang menjadi Jenderal juga kemudian menjadi penjahat dalam kesatuannya.

Mungkin sekolah-sekolah calon Perwira TNI dah Akpol, perlu mengubah kreteria Adhi Makayasa. Jangan lulusan terbaik karena rangking berdasarkan akademik dan fisik saja, tapi juga harus melalui psikotes.

Sekolah kedinasan calon perwira TNI dah Polri itu mencetak calon pemimpin, nah pendidikan leadership mustinya yang diutamakan, juga pelajaran empati yang selama ini diabaikan itu diajarkan, sehingga karakter-karakter orang bisa terbentuk atau diketahui sejak dini. Jangan hanya karena pintar dan fisik baik saja yang keterima, tapi attitude diabaikan.

Sekali lagi, jangan penilaian terhadap pemimpin hanya karena nilai akademis dan fisik! 

Baik Sambo maupun yg terlibat dalam pembunuhan mayoritas perwira. 

Nah bagaimana perwira malah terlibat dalam kejahatan. Kalau sampai gak ketahuan nilai apa yang diajarkan pada anak buahnya?

Di TNI juga pernah ada, dimana seorang Kolonel membuang pasangan remaja yg ditabraknya.
 
Nah mental-mental seperti itu seharusnya bisa dideteksi dari awal saat masuk sekolah kedinasan calon Perwira TNI dan Polri. Jiwa pemimpin itu seharusnya mengayomi, melindungi, penuh empati, tegas dan kalau salah mau dikoreksi dan bertanggungjawab.

(Naniek S Deyang)

_________________

AKP Irfan Widyanto Lulusan Terbaik Polri Peraih Adhi Makayasa Terseret Kasus Sambo

Kasus kematian Nopriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J menyeret 97 perwira kepolisian yang disebut-sebut menghalangi penyidikan terhadap kematian Brigadir J.

Salah satu perwira tersebut adalah AKP Irfan Widyanto yang pada akhirnya dicopot dari jabatannya sebagai Kepala Sub Unit I Subdirektorat III Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri.

Irfan Widyanto merupakan perwira polisi berasal dari Kota Depok, Jawa Barat berusia usia 36 tahun. Di Akademi Kepolisian, Irfan merupakan angkatan ke 42 dan menjadi lulusan terbaik. Karena itulah ia merupakan peraih Adhi Makayasa pada 2010 lalu.

Adhi Makayasa sendiri merupakan pernghargaan tahunan yang diberikan kepada lulusan terbaik pendidikan tinggi dari setiap matra TNI dan Kepolisian.

Saat itu Irfan Wdiyanto menerima penghargaan tersebut langsung dari Presiden Susilo Bamang Yudhoyono di Lapangan Bhayangkara Akademi Polisi, Candi, Semarang, Jawa Tengah.

Irfan sempat bergabung sebagai anggota Satuan Tugas Penegakan Hukum dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI). Ia ikut serta menyita aset milik PT Timor Putera Nasional milik Tommy Soeharto. 

(iNews)