Motif Pembunuhan Brigadir J, Antara Kata Polisi dan Pengacara... Dari Pengalaman Selama Ini Pengacara Terbukti Selalu Benar

[PORTAL-ISLAM.ID]  Setelah mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan berencana terhadap Brigadir J, pertanyaan selanjutnya yang menjadikan publik penasaran adalah soal motif.

Mengungkap motif dalam kasus pembunuhan Brigadir J adalah hal penting untuk mengetahui apakah kasus ini hanya soal individu atau jauh lebih besar dari itu, yaitu menyangkut institusi.

Kalau motifnya soal individu, maka dampaknya hanya menimpa individu dan keluarganya.

Tapi kalau motifnya soal institusi, dampaknya sungguh sangat luas.

Motif individu yang selama ini beredar adalah soal tuduhan pelecehan seksual atau selingkuhan.

Tapi motif yang akan menyeret institusi adalah motif seperti yang disampaikan oleh Pengacara keluarga Brigadir J.

Saat ini, pihak polisi mengatakan tidak akan umumkan soal motif pembunuhan Brigadir J. Dalihnya menjaga perasaan. Bisa disimpulkan ini motif individu.


Sedangkan pengacara keluarga Brigadir J sudah berani terang-terangan bicara ke media bahwa motif pembunuhan Brigadir J adalah bisnis sabu dan judi di kepolisian (motif institusi).

Motif Penembakan Brigadir J, Pengacara: Bisnis Sabu dan Judi di Kepolisian

Pengacara Brigadir J, Kamarudin Simanjuntak, menjelaskan bahwa penembakan Brigadir J terkait bisnis gelap tata kelola narkoba jenis sabu dan judi di ranah kepolisian. Menurutnya, ada keterlibatan mafia narkoba dan judi di balik kasus pembunuhan Brigadir J. 

"Ada yang beri informasi ke saya. Ini kaitannya dengan judi dan tata kelola sabu. Ada bisnis di antara mereka," ungkap Kamarudin di Jakarta, Rabu (10/8/2022). 

Kamarudin meminta Kapolri Jenderal Listyo untuk menuntaskan keterlibatan mafia sabu dan judi di balik kematian Brigadir J. Dirinya juga meminta kepolisian untuk melibatkan pihak luar dalam mengusut tuntas motif pembunuhan Brigadir J. 

"Ini tugas kapolri untuk tuntaskan. Mereka (polisi) tersandera dalam lumpur itu. Ini harus terlibat angkataan darat laut dan udara. Harus ada TNI yang masuk," pungkasnya.


Menilik dari pengalaman selama ini, apa yang disampaikan pengacara keluarga Brigadir J selalu benar.

Publik pun menilai kasus ini sangat janggal kalau motifnya cuma soal wanita.

"Pembunuhan oleh seorang jendral, melibatkan 31 orang, rerata petinggi, dan mungkin bisa lebih. Mulai dari pembersihan lokasi, penghilangan CCTV, otopsi dan tenaga medis, permainan opini, propaganda, beberapa Lembaga, Satuan tugas, bahkan Media. Percaya ini cuma soal 2 orang wanita?" sergah David Usman @dapitdong di Twitter.