Kajian Politik Merah Putih: Ada Rumor Satgasus Merah Putih Pernah Dipimpin Ferdy Sambo Terlibat KM 50 dan Sumber Dananya tak Jelas

[PORTAL-ISLAM.ID]  Saat ini beredar rumor di media sosial Satgasus Merah Putih yang pernah dipimpin Ferdy Sambo terlibat dalam peristiwa meninggalnya enam Laskar FPI (KM 50).

“Muncul rumor, apakah ada kaitannya dengan kasus Pembunuhan KM 50 dan Pembunuhan Brigadir Yosua yang melibatkan anggota Satgassus Merah Putih. Hanya internal Polri yang mengetahuinya,” kata Koordinator Kajian Politik Merah Putih Sutoyo Abadi kepada redaksi www.suaranasional.com, Selasa (9/8/2022).

Satgasus Merah Putih merupakan Satgas Non Struktural tidak menggunakan anggaran dinas tapi mengumpulkan dari sumber lain.
“Masyarakat tidak akan mengetahui sumbernya secara transparan dan PPATK juga katanya kesulitan untuk mengaudit sumbernya,” jelas Sutoyo.

Sutoyo mengatakan, muncul spekulasi dari masyarakat dana Satgasus Merah Putih dari kasus menangkap selundupan narkoba, judi online  dengan jumlah yang fantastis besar.

“Tangkap mereka dan proses hukumnya dihentikan, dan atau aktor pelakunya bebas,” ungkapnya.

Merebaknya judi online bebas terjadi di Indonesia, DPD RI dan masyarakat sudah sangat keras meminta segera ditutup. Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) seperti tak berdaya untuk menutupnya, sangatlah mungkin ada kekuatan yang menghalanginya.

“Apakah judi online ada jaminan dan yang melindunginya siapa saja yang menampung dana setor deposit Judi Online. Cepat atau lambat harus dibongkar semuanya,” tanya Sutoyo.

Sumber dana operasional Satgasus Merah Putih harus diinformasikan kepada masyarakat secara transparan. Bagaimanapun masyarakat adalah mitra kerja kepolisian.

Konon Satgasus Merah Putih  memegang kendali penuh atas peralatan penyadapan maupun peretasan media komunikasi dan sosial media yang harganya alatnya sangat besar dan operatornya oleh tenaga ahli yang mereka miliki.

“Satgasus Merah Putih sangat mudah mendeteksi akun yang vokal terhadap pemerintah untuk menjadi target mereka. Terpantau para Buzzer adalah dalam kendali dan binaan mereka.

Sutoyo mengutarakan, ada kesan dari masyarakat Sambo sebagai Kepala Satgassus Merah Putih seperti Kapolri Bayangan, dengan kekuasaan besar terlibat dan melibatkan diri terhadap apapun yang menjadi target dan sasarannya.

“Harapan dan dukungan masyarakat kepada Kapolri sangat besar  untuk segera memulihkan Polri dari aib yang sedang terjadi saat ini. Pulih kembali sebagai lembaga negara yang berperan dalam memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakan hukum, serta memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat dalam rangka terpeliharanya keamanan dalam negeri,” jelasnya.

Satgasus Merah Putih yang yang merupakan organ non struktural yang fungsinya sebenarnya tidak diperlukan. “Lebih bijak dibubarkan. Lebih cepat lebih baik,” pungkas Sutoyo.[suaranasional]