Enak betul mereka, cuma ketawa ngobrol ga jelas, dapat duit...

Seorang kawan sambil ngopi kemarin berkomentar tentang enaknya menjadi orang kaya. Dia menyebut nama seperti Rafi Ahmad, Wendi Cagur, dan banyak seleb lain yang terlihat kaya melimpah ruah.

Katanya lagi, enak betul mereka, cuma ketawa ngobrol ga jelas, dapat duit. Kita yang jungkir balik kerja, receh pun ga jelas, katanya begitu.

Mereka tidak kerja keras?

Bukannya membela atau mendukung, karena hidup para artis ini memang bagian dari dunia yang hedonis. Tapi kenyataannya, mereka kerja keras.

Sebelum sukses, banyak yang lebih jungkir balik berebut kesempatan. Kadang berjam-jam di lokasi syuting demi adegan yang cuma sekian detik sebagai figuran. Bahkan ada yang rela dipermalukan diperlakukan hina didorong jatuh, dilempar balon berisi air dilumuri segala macam, demi bisa dapat panggung awal.

Banyak yang lupa, untuk syuting, mereka harus habiskan dari pagi buta sampai hampir pagi besoknya lagi. Pas jam sahur, mereka sudah stand by di studio dari tengah malam. Banyak dari mereka nyaris tinggal di mobil demi menghemat waktu pulang pergi ke studio dan demi punya waktu sebentar untuk tidur.

Harus terus mencari popularitas. Kalau bikin lawakan, harus terus ada lawakan baru. Harus cepat tangkap dan kreatif supaya lucu. Kata Cak Lontong: Ngelawak itu berat, karena pesulap bisa ulang-ulang tampilan beberapa kali, sedangkan joke, cuma bisa sekali, kalau diulang ga lucu lagi.

Sudah sukses pun, mereka harus putar otak untuk investasi dan menyiapkan 'bekal' saat tidak terkenal lagi. Banyak seleb yang tidak siaga, setelah tidak terkenal lagi hidupnya lebih menderita dari kita.

Intinya, semua butuh kerja keras. Move on lah dari pola pikir rumput tetangga lebih hijau. Setiap kita punya jalan masing-masing. Fokus pada apa yang kita kerjakan, belajar ilmunya, lakukan sebaik mungkin. Kewajiban kita berusaha, soal hasil sejujurnya itu pemberian Allah.

Memulai usaha, itu banyak yang bisa. Tantangan besarnya adalah bertahan menjalaninya. Karena sukses tak pernah instan.

(By Sayid Fadhil Asqar)

*fb