BuzzeRp Fitnah Anies Pakai Potongan Video, Terus Digoreng Sendiri, Pas Diklarifikasi Malah Maki-maki

[PORTAL-ISLAM.ID]  Kelakuan haters Anies Baswedan sudah sangat memuakkan. Mereka dengan sengaja selalu menyebarkan fitnah-fitnah lama yang sudah diklarifikasi.

Salah satunya video Refly Harun yang mereka edit dan sebarkan di medsos.

Penggiat media sosial, Maudy Asmara pun kembali memberi klarifikasi. Lucunya, para haters malah semakin kejang-kejang seraya memenuhi timeline Maudy dengan berbagai makian.

"Senengnya potong video terus goreng sendiri. Nih video full penjelasan pak @ReflyHZ kalau pak Anies memenuhi syarat calon presiden 😎," klarifikasi Maudy via akun Twitter @Mdy_Asmara1701.

Bukannya malu karena ketahuan sebar fitnah, para haters malah marah dan semakin menyudutkan Anies.



Potong Video demi Memfitnah Anies Baswedan

Anies Baswedan digadang-gadang bakal bertarung dalam kontestasi Pilpres 2024. Tak sedikit yang mendukung hingga menyerang Gubernur DKI Jakarta itu dengan berbagai narasi, termasuk soal dirinya keturunan Timur Tengah dan bukan orang Indonesia asli.

Ahli hukum tata negara, Refli Harun mengaku pernah bercanda dengan Anies Baswedan soal statusnya sebagai warga Indonesia.

Refly mengaku sudah berulang kali bercanda tentang hal itu langsung kepada Anies yang riuh disebut keturunan Timur Tengah, khusunya Yaman.

"Saya pernah bercanda dengan Anies dan saya sering mengulanginya. Saya bilang Nies, ente tidak bisa jadi presiden, kenapa? Karena presiden orang Indonesia asli, saya bilang," katanya sembari tersenyum dalam video di kanal Youtube Refly Harun.

Gurauan atau apa yang dilontarkan Refly Harun di depan Anies Baswedan tersebut lahir lantaran sebelumnya dalam Pasal 6 Undang-Undang dasar (UUD) 1945 dituliskan presiden harus orang Indonesia asli.

Padahal, kata Refly, terminologi atau pengertian dari istilah orang Indonesia asli sempat belum tergambar secara jelas.

Baru setelah diadakan pembaruan pada UUD 1945 diubah aturan terkait pengertian terminologi orang Indonesia asli itu menjadi warga negara sejak keturunan dan tidak pernah menjadi warga negara lain karena kehendaknya sendiri.

"Makanya dalam konstitusi yang baru ya, Undang-Undang Dasar 1945 setelah amandemen itu diubah ketentuan indonesia asli itu menjadi warga negara sejak keturunan dan tidak pernah menjadi warga negara lain karena kehendaknya sendiri," jelasnya.

Sementara menanggapi sebutan Anies sebagai oang Yaman, Refly Harun mengatakan masyarakat harus memahami konsep citizenship.

Menurutnya, Anies Baswedan, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Tsamara Amany, Najwa Shihab merupakan warga negara Indonesia asli sejak kelahirannya.

"Anies Ahok, Tsamara, Najwa Shihab itu adalah orang Indonesia asli karena dia menjadi warga negara sejak kelahiran bukan karena proses naturalisasi," ujarnya.

Bahkan, lebih lanjut Refly Harun mengatakan bahwa tidak ada orang asli Indonesia. Karena apabila ditelusuri dari awal penciptaan manusia, maka semua manusia secara universal merupakan keturunan Nabi Adam dan Siti Hawa.

"Kalau kita usut belakang-belakang, nggak ada orang Indonesia asli karena semua orang kan, bapak Nabi Adam, kalau kita bicara universal maka sama, keturunan Nabi Adam dan Siti Hawa," tukasnya.

Sementara itu, dia juga meminta agar yang menyebut Anies adalah sebahai orang Yaman harus memahami konsep citizenship.

“Jadi warga negara itu ada dua. Pertama, seorang warga negara sejak kelahirannya. Kedua, warga negara karena proses naturalisasi,” jelasnya. (wbc)