Belajar Dakwah dari Pemuda Berambut Merah

Belajar Dakwah dari Pemuda Berambut Merah

Oleh: Ustadz Zulkarnaen Umar

Ada 2 berita besar yang mendominasi bacaan masyarakat Indonesia saat ini. Kami hanya ingin membahas yang kedua. Mari kita belajar dari fenomena yang belum pernah terjadi sebelumnya. Sangat menarik. 

Anak muda berambut merah. Tak penting siapa nama aslinya, darimana asalnya, atau ikut pengajian apa. Ia bukan ulama. Bukan penceramah. Tapi dengan keahlian yg diberikan Allah padanya, biidznillah, ia berhasil membongkar mayoritas praktek kemusyrikan yang marak. Perdukunan, jampi², hingga perguruan bela diri kekebalan atau tenaga dalam. 

Mungkin ya, dia hanya membuktikan hanya di beberapa tempat. Tapi efeknya menular. Banyak padepokan dan praktek² perdukunan tutup. Tak laku. Sepi. Orang² yang mengaku sakti tetiba tiarap. Bukan gampang menutup ini semua. Bisa ramai, adu fisik. Tapi...pemuda berambut merah ini bisa melakukannya, dengan cara dia. Hebatnya, ia seorang diri. 

Sungguh efek besarnya adalah banyak muslim yang tersadar dan terselamatkan dari bahaya kemusyrikan, pembodohan dan tipu². Orang² ingin instan. Ingin cepat kaya datang ke dukun, padahal dukun pun susah banget jadi kaya. Ingin anak diterima di PTN favorit pergi ke dukun. Padahal anak pak dukun putus sekolah. Kita tau banyak pejabat, pebisnis dan lain-lain sudah biasa pergi ke dukun. Mungkin kalau hanya melalui ceramah demi ceramah, mereka belum tersadar. Lalu dibongkar oleh pemuda ini.

Menarik saat ia ditanya apa motivasinya. Katanya, "saya takut nanti ditanya Allah, saya diberikan ilmu tapi kenapa tidak digunakan untuk kebaikan". Keren.

Nah. Sekarang banyak viewersnya. Masuk tema lain yang berpengaruh hebat, mungkin lebih luas efeknya dari ceramah² ulama yang menjelaskan bahaya riba. Saat ia katakan bahwa ia anti riba bahwa Riba telah merampas banyak harta keluarganya. Karena ia yang bicara, memanfaatkan amplifikasi media, viewers jutaan, ini keren. 

Memang ia punya kekurangan. Mungkin penampilannya, atau apalah. Tapi...siapa sih manusia sempurna? Apa ada ulama sempurna? Tak ada. Kita belajar tentang keterbatasan diri dari pemuda berambut merah ini.

Bahwa siapapun bisa berbuat baik. 

Wallaahu a'lam.