Akan datang kepada manusia suatu masa, di mana orang tiada peduli akan apa yang diambilnya; apakah dari yang halal ataukah dari yang haram...

"Akan datang kepada manusia suatu masa, di mana orang tiada peduli akan apa yang diambilnya; apakah dari yang halal ataukah dari yang haram." 

(HR Bukhari Muslim dari Abu Hurairah RA).

Nampaknya apa yang disampaikan Rasulullah saw telah terjadi di masa kini. Banyak orang berlomba-lomba memperkaya diri, tak peduli halal haramnya. Nyuap, judi online, penipuan, dan lain-lain. 

Kasus terbaru menimpa rektor UNILA. Diduga menerima suap 200-300 juta per calon mahasiswa baru. Dan diduga total suap yang diterima lebih kurang senilai 2 milyar.  Mengerikan, saya baru tahu kalau mau jadi mahasiswa saja sudah mengeluarkan uang ratusan juta. Gimana nanti jika si mahasiswa telah lulus dan jadi pejabat? Berapa banyak korupsi yang dilakukan ?

Padahal harta itu haramnya diazab, halalnya tetap dihisab. Bagi mereka asal tujuan tercapai, halal haram pun hantam. Orang-orang lebih memilih nyuap asal diterima jadi apa yang diinginkan. 

Ternyata sumber masalah kita bukan radikalisme. Rektor UNILA selalu koar koar soal radikal radikul. Mengingatkan mahasiswanya agar menjauhi paham radikal. Tapi perkara korupsi tak diingatkan. Seolah korupsi tak apa, suap tak apa, asal jangan radikal. 

Akhirnya mari kita berdoa agar selalu merasa cukup dengan harta yang halal, ALLAHUMAK-FINII BI HALAALIKA ‘AN HAROOMIK, WA AGH-NINIY BI FADHLIKA 'AMMAN SIWAAK

"Ya Allah cukupkanlah aku dengan yang halal dan jauhkanlah aku dari yang haram, dan cukupkanlah aku dengan karunia-Mu dari bergantung pada selainMu "(HR Tirmidzi)

(Kak Oksa)

*
Mengajak sahabat fbku, untuk ikut jadi pejuang quran. Berkah hartanya jadi amal jariyah.  Sekarang kami sedang membantu 4 TPQ di Padang Pariaman. Butuh 150 alquran hafalan. Baru terkumpul 73 alquran hafalan. Jika ingin berwakaf atas nama orangtua atau orang yg disayang. Silahkan hubungi kami di ig @rsq.ghaziya atau langsung ke wa kak oksa di : http://wa.me/6281368684515