Status bodoh tapi sok pinter....

A : "Gak perlu lah belajar sain teknologi, yang gak balakan jadi pertanyaan kubur. Fokus dalami ilmu tafsir ilmu hadits hafalkan alquran itu bekal akhirat."

B : "Realistis sajalah kita hidup butuh kendaraan bermotor, butuh gadget, butuh teknologi yang jelas jelas bermanfaat bagi kehidupan. Apa gunanya menghafal kitab suci setebal itu, menghafal nama makhluk ghaib, yang tidak ada kontribusinya untuk peradaban."

----

Begitulah jika orang memecah bidang ilmu menjadi dua: ilmu dunia dan ilmu agama, lalu memaksakan harus memilih salah satunya.

Klasifikasi ilmu seharusnya berdasarkan skala prioritas. Ada ilmu fardhu ain dan ada ilmu fardhu kifayah. Sama sama ilmu yang berguna dan sama sama wajib dipelajari namun ada prioritas mana yang harus didahulukan.

Setiap muslim wajib mempelajari ilmu sebatas ilmu fardhu ain, yaitu ilmu akidah untuk mengenali siapa tuhan, ilmu tentang shalat, bersuci, dan puasa ramadhan. Jika dia berkewajiban zakat maka wajib belajar bab zakat, jika belum mampu haji maka tidak wajib belajar bab haji. Sebelum transaksi belajar dulu halal haram sebuah transaksi. Sudah.

Jika ilmu yang wajib ain ini sudah tuntas, maka setiap muslim diberi kebebasan untuk memilih satu bidang ilmu yang ingin dia tekuni, dan menekuni ini hukumnya fardhu kifayat.

Dalam setiap komunitas muslim wajib ada satu orang yang mendalami kedokteran, pertanian, ekonomi, dll. Berdosa semua umat Islam bila tidak ada satu pun yang terjun di sana. Termasuk menghafal Alquran adalah kelompok fardhu kifayat. Belajar tafsir adalah fardhu kifayat. Tidak semua muslim wajib menekuninya.

Seahli apapun dalam suatu bidang ilmu fardhu kifayat, ahli kedokteran, mahir teknologi informasi, atau hafal Alquran dan ribuan hadits, jika ilmu yang fardhu ain seperti syarat rukun shalat dia tidak memahami maka dalam pandangan syariat dia masih tergolong orang bodoh yang berdosa.

Jadi, tuntaskan dulu semua ilmu yang wajib ain, setelah itu silahkan pilih salah satu bidang ilmu yang ingin Anda tekuni, tanpa merendahkan bidang ilmu lain yang ditekuni orang lain, sebab bidang-bidang lain itu juga ilmu Allah yang berguna bagi kehidupan dan keselamatan makhluknya.

Zaujatulbalad, 24 Juli 2022

(Najih Ibn Abdil Hameed)