Publik Menilai Kasus Tewasnya Brigadir J Akan Terungkap Yang Sebenarnya, Karena Tidak Bisa Diframing dengan "RADIKAL TERORISME" Seperti Kasus FPI KM50

[PORTAL-ISLAM.ID]  Publik menilai kasus tewasnya Brigadir J akan terungkap apa yang sebenarnya terjadi. 

"Dugaan saya kali ini bisa terungkap apa yg sebenarnya terjadi. Berbeda dgn kasus pembantaian 6 laskar FPI di KM50, di kasus ini polisi tidak bisa memainkan isu "terorisme" dan "intoleran" yg kemaren sangat kental membentuk opini shg orang2 banyak yg mendukung pembantaian tsb," kata Tras Rustamaji @rustamaji di Twitter.

Hal senada disampaikan Politisi Partai Demokrat Cipta Panca Laksana di akun twitternya @panca66.

"Sama korban dan terduga pelaku bukan Islam, nga bisa dimainkan isu radikal radikul. Sejak kasus ini muncul nga terdengar analisa buzzerp," ujar @panca66.

Seperti diberitakan, Kapolri akhirnya menonaktifkan Irjen Ferdy Sambo dari jabatan Kadiv Propam.

Penonaktifan Irjen Ferdy Sambo ini pasca Kuasa Hukum keluarga Brigadir J resmi melaporkan dugaan pembunuhan terencana atas tewasnya Brigadir J.