Di Jepang, isu ISIS-Radikalisme-Intoleransi tidak terdengar terkait penembakan mantan PM Shinzo, Kalau disini sudah rame digoreng

[PORTAL-ISLAM.ID]  Juru Bicara Partai UMMAT Mustofa Nahra Wardaya mengomentari tewasnya mantan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, Jumat kemarin.

"Di Jepang, isu ISIS/Al Qaeda/Radikalisme/Intoleransi enggak terdengar. Pelaku pembunuhan terhadap mantan PM Shinzo Abe alhamdulillah, wajah2nya bukan wajah2 kelompok itu. Tapi saya yakin, negeri kita tetap akan ribut soal mereka. Gatau kenapa," kata Mustofa Nahra Wardaya di akun twitternya @MNW_MNW_MNW.

Publik dikejutkan dengan penembakan mantan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe. 

Shinzo Abe ditembak pada pukul 11.30 waktu setempat saat berpidato di kota Nara, dekat Stasiun Yamato-Saidaiji Jumat (8/7/2022).

Setelah mantan PM Jepang itu ditembak, Shinzo Abe (67) dilarikan ke rumah sakit 24 menit kemudian pada pukul 11.54 dan langsung ditangani dokter.

Namun nyawanya tidak tertolong, dan meninggal dunia.

Polisi telah menangkap pelaku penembakan di Jepang ini, dan mengungkap identitas serta motifnya. Pelaku tidak melarikan diri setelah mantan PM Jepang Abe ditembak

Dikutip dari NHK, pelaku bernama Tetsuya Yamagami (41) yang tinggal di kota Nara. 

Adapun motif Tetsuya Yamagami menembak Shinzo Abe adalah tidak puas dengan eks PM Jepang itu dan hendak membunuhnya.

Motif itu diungkap pelaku saat diinterogasi oleh polisi. Tetsuya kini ditahan di kantor polisi Nara Nishi.

Menurut Departemen Pemadam Kebakaran, Shinzo Abe mantan PM Jepang ditembak di punggung. Ia mengalami luka dan pendarahan di sisi kanan lehernya, serta pendarahan subkutan di dada kirinya.
Baca juga :