Antara APENG & ACT

APENG & ACT

Oleh: Naniek S Deyang

Saya termasuk orang yang kesal luar biasa pada orang-orang yang nyolong duit sosial, namun ditetapkannya 4 petinggi ACT yang menilap uang hanya senilai 35 miliar duit penyumbang alias donatur ini sebagai tersangka, sungguh bumi langit perlakuannya dibandingkan terhadap koruptor kakap Apeng yang menggondol duit 54 Triliun ke Singapura.

Kalau benar ditilap, duit yang dicolong petinggi ACT duit penyumbang, lha ini 54 Triliun yg dicolong duit negara, tapi tidak disorot. Hoeee Tempo katanya media hebat? Napa yang lari nyolong duit negara gedhe nggak disorot? tapi ACT yang hanya nyolong duitnya donatur dihabisin?

Pengusaha sipit yang pernah dibanggakan LBP sebagai pengusaha hebat nasional yg akan membangun Danau Toba di Sumut ini, kini ngendon di Singapura dan menjadi DPO.

Singapura hanya selemparan tangan memang "surga" para rampok duit negara. 

Perampok duit negara dari jaman KPK berdiri sampai sekarang selalu aman kalau sudah lari ke Singapura. Lihat aja para bandit BLBI mana ada yang ketangkap meski dia tinggal di Singapura dan tetap mengendalikan bisnisnya di Indonesia.

Wah kumat lagi dah maag saya kalau dah ngomongin super ketidakadilan perlakuan pemerintah pada para konglomerat pengempalng duit.

Apeng ini juga lagi diperiksa kejaksaan karena diduga menjadi salah satu mafia sawit, sehingga menyebabkan harga minyak goreng membumbung dari akhir tahun 2021 sampai sekarang. 

Lha mau diperiksa gimana wong sekarang dah ngendon di Singapura?

(*)