7 Mahakarya Anies Selama Pimpin Jakarta, Nomor 1 dan 2 Fenomenal

[PORTAL-ISLAM.ID] JAKARTA - Terdapat 7 mahakarya Anies Baswedan selama memimpin DKI Jakarta periode 2017-2022. Persembahan fenomenal Gubernur DKI Jakarta itu di antaranya Jakarta International Stadium (JIS) dan ajang balap mobil listrik Formula E yang belum lama ini usai.

Torehan prestasi Anies selama 5 tahun yang akan berakhir pada Oktober 2022 mendatang menandakan Anies bekerja dengan bukti atau hasil bukan janji. Selain mahakarya fisik, banyak juga penghargaan yang diraih secara pribadi maupun kelembagaan Pemprov DKI Jakarta.

Berikut 7 mahakarya Anies Baswedan selama memimpin DKI Jakarta yang dihimpun dari berbagai sumber:

1. JIS

Jakarta International Stadium (JIS) atau Stadion JIS berada di Kelurahan Papanggo, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara. JIS dibangun setelah Anies melakukan kick off (tendangan perdana) sebagai penanda dimulainya pembangunan JIS pada 2019.
JIS dibangun di atas lahan seluas 221.000 meter persegi. Stadion ini mampu menampung sekitar 82.000 penonton, memiliki 3 tingkatan tribun. Selain itu, terdapat tribun VIP dan tribun untuk disabilitas. Stadion JIS dilengkapi 2 lapangan latihan yang memenuhi standar internasional.

Kawasan Stadion JIS dikembangkan mengedepankan kemudahan akses dengan moda transportasi umum seperti bus Transjakarta, MRT, KRL Commuter Line, maupun LRT. Mudahnya transportasi publik dan akses membuat JIS ikon baru stadion Indonesia khususnya di Jakarta yang akan diresmikan pembukaannya pada Juli 2022 mendatang.

Apalagi JIS tidak dibangun hanya untuk sepak bola saja melainkan multievent mulai dari kegiatan budaya, keagamaan, kegiatan sosial, komersial, kesenian, dan lain-lain.

2. Formula E/Sirkuit Formula E-Prix Ancol Jakarta

Sirkuit Formula E-Prix Ancol Jakarta dibangun hanya dalam hitungan bulan. Banyak yang mencibir Formula E, namun ujungnya setelah sukses lebih banyak lagi yang mengacungkan jempol untuk Anies dan panitia pelaksana.

Beda dengan Sirkuit F1 yang menekankan pada faktor performa, sirkuit Formula E turut mempertimbangkan faktor efisiensi dan keberlanjutan lingkungan. Sirkuit Formula E di Ancol memiliki total panjang lintasan 2,4 km dengan lebar sirkuit 12 meter. Dalam sirkuit ini terdapat 18 tikungan dan lintasan lurus sepanjang 600 meter.
Uniknya, sirkuit ini mempunyai bentuk lintasan seperti kuda lumping sebagai perwujudan warisan nasional. Arah lintasan juga mengikuti arah jarum jam (clock wise). Seluruh landasan sirkuit diaspal, bahkan dilengkapi aspal tambahan untuk menghindari mobil balap yang terkadang overshoot (melewati batas lintasan).

Ada lima zona Sirkuit Formula E yang dapat digunakan. Mengingat struktur tanah yang lembek dan berlumpur sudah tersedia pengaman kerangka bambu di zona lima. Ditambah lagi adanya banking atau lintasan yang sengaja dibuat miring sebesar 6 derajat. Terdapat juga grandstand, paddock, dan pagar yang dipasang sepanjang lintasan untuk menambah kenyamanan penonton serta pembalap.

3. Tebet Eco Park

Anies meresmikan taman di kawasan Tebet, Jakarta Selatan dengan nama Tebet Eco Park. Taman yang berada di tengah kota dan membuat suasana segar Ibu Kota tersebut dinantikan masyarakat yang bakal menghabiskan waktu di akhir pekan.

Tebet Eco Park memiliki empat nilai di antaranya ekologi, edukasi, interaksi, dan rekreasi. Beberapa fasilitas penunjang empat nilai tersebut tersedia di Tebet Eco Park. "Menariknya, terdapat jembatan penghubung berwarna oranye antara taman bagian utara dengan selatan," kata Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
Adapun fasilitas yang tersedia di Tebet Eco Park mulai dari jembatan instagramable berwarna oranye ciri khas kota Jakarta. Kemudian, area interaksi ada bangku yang terbuat dari potongan batang pohon di atas sebuah pasir.

Selanjutnya, area rekreasi terdapat panjat tebing dan papan seluncur bagi anak-anak. Tak lupa juga area taman nan luas untuk area interaksi masyarakat tersedia di Tebet Eco Park.

4. Rumah Susun Kampung Akuarium

Proyek pembangunan Kampung Susun Akuarium adalah proyek pembangunan kembali rumah warga yang pernah digusur saat pemerintahan mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Anggaran yang dikucurkan untuk pembangunan kembali Kampung Susun Akuarium sebesar Rp62 miliar.

Dimulai sejak 17 Agustus 2020, perkembangan pembangunan proyek ini telah tersedia 107 unit yang selesai dibangun dari rencana awal pembangunan 241 unit. Mulai Selasa 17 Agustus 2021, keseluruhan unit yang telah rampung di blok B dan D telah siap dihuni. Pada 17 Agustus 2022 akan dilaksanakan soft launching untuk 5 blok Kampung Susun Akuarium yang sudah terbangun.
5. Flyover Tapal Kuda, Lenteng Agung

Flyover Tapal Kuda di Tanjung Barat dan Pasar Minggu, Jakarta Selatan selesai dibangun pada Jumat 6 Agustus 2021. Jalan Layang Lenteng Agung memiliki panjang 430 meter di sisi barat dan 450 meter di sisi timur dengan lebar 6,5 meter dan bertujuan untuk mengurangi kemacetan, menghapus perlintasan sebidang kereta api, mengurangi kecelakaan, dan mengamankan jalur kereta api.
6. Jalur Sepeda Sudirman-Bundaran HI

Pemprov DKI membangun jalur sepeda Sudirman-Bundaran HI. Jalur sepeda tersebut menghabiskan anggaran sebesar Rp30 miliar.

Saat ini, telah dibangun sekitar 90 km jalur sepeda. DKI bakal membangun 500 km jalur sepeda di Jakarta secara bertahap. ”Kita juga mendorong sepeda karena ini juga kendaraan bebas emisi. Nanti diharapkan dapat 500 km dari jalur sepeda di jakarta. Lalu, kita ingin dengan cara itu jumlah polutan berkurang,” ujar Anies.

7. Revitalisasi TIM

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meresmikan Galeri Seni dan Annex di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Jumat (17/6/2022).

Dengan peresmian galeri tersebut, menurut Anies proses revitalisasi TIM juga mendekati tuntas.

"Hari ini satu bagian sudah diresmikan dan di dalam ada pameran di mana karya seni yang pernah ditampilkan di sini yang sekarang jadi koleksi kita," kata Anies di TIM, Jumat malam (17/6/2022).

Anies mengatakan revitalisasi TIM merupakan komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk membuat sebuah ekosistem kesenian. Ia mengatakan proses revitalisasi ini juga bukan sekadar bangunan fisik.

"Tapi tentang ekosistem kebudayaan yang baik untuk nantinya jadi salah satu ikon penting kota Jakarta," ungkap Anies.
Lebih lanjut, menurut Anies, nantinya BUMD milik DKI, PT Jakarta Propertindo (Jakpro) yang akan mengelola kawasan TIM. Kendati begitu, ia menegaskan bahwa pengelolaan TIM oleh Jakpro bukan untuk mencari keuntungan.

"Kita menugaskan kepada PT Jakpro sebagai pengelola, tetapi tidak untuk dijadikan tempat mencari untung," ujar Anies.

Ia menjelaskan alasan penunjukkan Jakpro sebagai pengelola. Menurutnya, hal ini karena ada keleluasaan di dalam manajemen.

Sebab, kalau dikelola oleh SKPD, maka ada ketentuan pengelolaan seperti aset, rekrutmen SDM dan lain terikat pada aturan pemerintah.

"Tapi kalau ini dikelola sebagai sebuah perusahaan dan perusahaan itu milik DKI Jakarta, maka tanggung jawab kita berikan PMD yang cukup agar tempat ini bisa dikelola dengan manajemen swasta," ujar Anies.

"Tapi bukan sebuah manajemen mencari untung, tapi manajemennya seperti manajemen swasta," imbuhnya menambahkan.

Sementara itu, Direktur Utama PT Jakpro Widi Amanasto mengatakan proses revitalisasi TIM belum sampai 100 persen. Kendati begitu, TIM telah dibuka untuk umum secara bertahap.

"Progres TIM sampai Juni secara keseluruhan tahap 1,2 dan 3 sebanyak 91,64 persen bertepatan dengan rangkaian HUT DKI ke-495 maka TIM telah dibuka untuk publik secara bertahap sejak 3 Juni," ucap Widi.

(Sumber: SINDOnews, dll)