Ridwan Kamil Berbicara Soal Umur dan Keluarga yang Ikhlas

[PORTAL-ISLAM.ID]  Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil membahas soal umur. Pembahasan umur ini viral di media sosial di tengah proses pencarian Emmeril Kahn Mumtadz atau Eril, anak sulungnya yang hanyut terbawa arus Sungai Aare, Bern, Swiss pada Kamis, 26 Mei 2022.

Pembahasan soal umur ini dituliskan di atas foto Sungai Aare, Swiss dan menjadi latar audio suara kerabat Ridwan Kamil, yang mengabarkan perkembangan pencarian Eril. 

Suara narator itu dijadikan unggahan di akun Facebook Lily Ardas, diduga keluarga Emil, pada Selasa, 31 Mei 2022 dan viral.

"Definisi panjang umur itu ada dua. 

Pertama, panjang umur versi matematika. Yang diukur dengan tahun, bulan, hari. 

Kedua, panjang umur karena keberkahan. Seberapa besar kita memberikan yang terbaik untuk orang lain. Kebermanfaatan kita. Sejauh mana kita berbuat untuk masyarakat. 

Semoga kita tidak hanya panjang umur versi matematika, tetapi yang lebih penting adalah panjang umur dengan keberkahan." [Ridwan Kamil, Bern, 2022]

Audio sepanjang 4 menit 38 detik itu direkam di hari kedua pencarian keberadaan Eril. Narator memulai dengan penjelasan ia menyertai perjalanan keluarga itu ke Swiss untuk mencari kampus bagi Eril melanjutkan studi usai merampungkan kuliah di Teknik Mesin dan Dirgantara ITB.

"Masyaallah saya menyaksikan luar biasa figur pasangan suami istri yang saling menguatkan di tengah situasi yang luar biasa berat. Masyaallah sejak awal terjadi, saya melihat seorang ibu yang sangat tawakal dan berserah dengan ikhtiar yang luar biasa secara fisik, mental, dan doa," kata narator yang disembunyikan namanya itu. 

Unggahan yang viral di media sosial dari kerabat Ridwan Kamil. Foto: Facebook Lily Ardas.

Suara perempuan yang menjadi narator itu mengaku menyertai Atalia Praratya, istri Emil, menyusuri sungai untuk mencari keberadaan Eril seharian hingga malam datang. Atalia juga memastikan segala sesuatunya, termasuk menguatkan Camillia Laetitia Azzahra atau Zara, adik Eril yang sempat hanyut tapi berhasil diselamatkan. 

Narator tersebut menyaksikan sekembali dari Inggris, Ridwan Kamil bergabung bersama Atalia mengawal jalannya pencarian dan mempersiapkan apa saja yang harus dilakukan. "Di dalam proses itu, saya menyaksikan bagaimana ketawakalan dan keikhlasan beliau berdua. Di momen yang sangat berat ini saya melihat betapa kompaknya mereka. Ketawakalan mereka menjadi inspirasi bagi kami yang mendampingi agar kami kuat, sabar, dan taat kepada Allah seperti yang mereka tunjukkan, " katanya. 

Emil disebut mengumpulkan para asisten yang membantunya di halaman KBRI Swiss. Di situ, ia mencurahkan perasaan dan harapannya. "Di momen itu, beliau berpelukan bersama Bu Atalia dan Zara, sungguh menunjukkan ketangguhan dan kekuatan mereka."

Di akhir audio, narator kembali mengulangi pernyataan soal keikhlasan keluarga terhadap apapun yang bakal ditemui di ujung pencarian Eril ini. "Kami belajar berbaik sangka terhadap takdir Allah karena Ibu Atalia dan Bapak Ridwan Kamil betul-betul ikhlas. Saya menyaksikan bukan saja perkataan-perkataan beliau, tapi juga tindakan," katanya. 

Wujud keikhlasan Ridwan Kamil itu, kata narator tadi, dilihat dari tindakan dan logika yang dibangun untuk mencari keberadaan Eril. "Tapi juga membuka apapun yang berjalan adalah sebaik-baiknya takdir dari Allah, keluarga sangat kelihatan keteladanannya," kata narator itu.


(Sumber: Tempo)