SUBSIDI TERTUTUP, Modus Menghilangkan PERTALITE Dari Peredaran ???

SUBSIDI TERTUTUP, MODUS MENGHILANGKAN PERTALITE DARI PEREDARAN?

Oleh: Ahmad Khozinudin (Advokat Muslim)

Nampaknya, modus untuk menghilangkan BBM jenis pertalite dari peredaran, dan memaksa konsumen akhirnya mengkonsumsi Pertamax yang harganya sudah dinaikkan, benar-benar akan terjadi. Bahkan, mekanismenya lebih canggih ketimbang dulu saat menghilangkan premium.

Dulu, premium dihilangkan dengan modus 'sedang dalam pengiriman', memaksakan konsumen beralih ke Pertalite dan Pertamax, sampai akhirnya pasokan premium benar-benar dihilangkan. Selanjutnya, menyewa sejumlah lembaga survei, pengamat dan peneliti, untuk melantunkan syair : KONSUMEN SUDAH MEMILIKI KESADARAN, BERALIH DARI PREMIUM KE PERTALITE DAN PERTAMAX.

Saat ini, modus kuno seperti itu telah ditinggalkan. Modus menghilangkan Pertalite yang implikasinya membebani rakyat, akan dilakukan dengan memanfaatkan teknologi digital dengan modus : SUBSIDI TERTUTUP.

Sebagaimana dikabarkan, Direktur BBM BPH Migas Patuan Alfon Simanjuntak mengatakan implementasi subsidi tertutup pada BBM bersubsidi bakal bertopang pada pemanfaatan infrastruktur digital.

Malahan, Alfon menuturkan pemerintah berencana untuk meniru sistem registrasi dan pelacakan yang terdapat pada fitur Aplikasi PeduliLindungi.

“Harapan kami semuanya bisa terdigitalisasi, skemanya seperti itu. Semua konsumen pengguna wajib registrasi seperti PeduliLindungi nanti kalau sistem digitalnya sudah siap akan dijalankan seperti itu,” kata Alfon melalui sambungan telepon, Kamis (26/5/2022).

Jadi, kedepannya hanya yang terdaftar sebagai penerima yang dapat membeli pertalite. Penerimaan ini datanya dilakukan secara sepihak. Awalnya, data bisa sulit diakses, error, dan kombinasi narasi 'PERTALITE SEDANG DALAM PENGIRIMAN '.

Sampai akhirnya, masyarakat jengkel, bensin kendaraan habis, akhirnya belanja Pertamax. Saat habbit masyarakat sudah dipaksa ke Pertamax, pada akhirnya pertalite akan dihilangkan.

Lalu, akan diulangi lagi menyewa sejumlah lembaga survei, pengamat dan peneliti, untuk melantunkan syair: KONSUMEN SUDAH MEMILIKI KESADARAN, BERALIH DARI PERTALITE KE PERTAMAX.

Sepertinya, inilah yang akan dieksekusi pemerintah untuk menghindari kenaikan harga BBM. Sebab, jika menaikkan BBM secara terbuka khawatir rakyat akan marah.

Modus penyaluran subsidi secara tertutup, adalah cara untuk menaikkan BBM secara tertutup, memaksa masyarakat migrasi dari pertalite ke pertamax. Kurang jahat apa lagi rezim hari ini?

(*)