Orang Terkaya di Indonesia Masuk Islam | Crazy Rich Mualaf

[PORTAL-ISLAM.ID] Kisah tentang salah seorang terkaya di Indonesia yang memutuskan masuk Islam ketika masih usia muda. Namanya HM Jos Soetomo

Kisah mualaf Indonesia ini jarang diketahui orang. Beliau merupakan seorang pebisnis keturunan Tionghoa yang sangat berpengaruh di Indonesia, khususnya di Kalimantan Timur.

HM Jos Soetomo, orang terkaya di Republik Indonesia yang memutuskan menjadi mualaf, lahir di Kurtai Kartanegara pada 4 April 1945 silam. 

Jos Soetemo merupakan seorang pengusaha terkaya di Indonesia.

Menurut data Globe Asia pada tahun 2017, Jos Soetomo Tercatat dalam jajaran 150 orang terkaya dan berada di urutan ke-39.

Total kekayaan yang dia miliki adalah USD 430 juta dollar atau jika dirupiahkan senilai Rp5,5 triliun setelah tax amensty.

Pundi-pundi hartanya itu didapatkannya dari berbagai macam bidang bisnis.

Menelisik lebih jauh, pria yang akrab dipanggil Ayah Jos itu ternyata seorang pengusaha sukses di bidang kayu.

Dia merupakan pengusaha kayu di PT Sumber Mas.

Diketahui perusahaan itu menjadi induk dari lima perusahaan lainnya yakni PT Kayan River Industries Plywood (KRIP), PT Meranti Sakti Indah Plywood (MSIP), PT Meranti Sakti Indonesia (MSI), PT Dirga Rimba, dan PT Estetika Rimba.

Tak hanya berbisnis di bidang kayu, Jos Soetomo merambah bisnis perhotelan.

Dirinya telah memiliki dua hotel bintang lima yakni Gran Senyiur di Balikpapan dan Bumi Senyiur di Samarinda.

Jos Soetomo juga membangun beberapa usaha properti di Samarinda dan beberapa daerah di Kaltim. 

Pengusaha keturunan Tionghoa tersebut rupanya memutuskan untuk memeluk agama Islam.

Usai menjadi mualaf, Jos Soetomo membangun beberapa Masjid Cheng Ho yang berlokasi di Samarinda, Balikpapan, dan di tempat kelahirannya Kutai Kartanegara.

Meski berlimpah harta kekayaan, namun Jos Soetomo justru tak tamak harta.

Dia dikenal sebagai sosok yang religus, ramah nan dermawan, dibuktikan dengan kegiatannya yang kerap berbagi dan menyediakan fasilitas bagi sesama.

Jos juga berinvestasi di bidang pendidikan yakni melalui Yayasan Fastabiqul Khairat dan berencana membangun rumah sakit.

Jos Soetomo memberi pandangan bahwa manusia bukan dikenal dan diingat dari hartanya, melainkan dari perbuatannya.

Dengan berbuat baik, ia dan keturunannya akan dikenang banyak orang.
Jos Soetomo pun membagikan sedikit kunci kesuksesannya hingga sekarang.

Dia menyebut rahasia itu terletak pada doa yang selalu dibacanya saat memulai aktivitas.

"Bismillah… Dengan bismillah… kita harus menyadari, semua itu (prestasi)," kata Jos Soetomo dalam suatu kesempatan.

Dirinya juga membeberkan filosofi kehidupannya yakni bersyukur.

Menurutnya bersyukur atas nikmat yang Tuhan berikan niscaya nikmat tersebut akan ditambah Tuhan, namun jika kufur dengan nikmat tersebut maka azab Tuhan akan sangat pedih.

Kini Jos Soetomo juga aktif  berdakwah mengikuti jejak Laksamana Cheng Ho menyebarkan agama Islam.

Beliau merupakan sosok bersemangat, inspiratif, religius, nasionalis yang bisa jadi sudah langka di era digital saat ini.

"Harta itu ibarat darah. Uang jangan disimpan, justru jadikan itibar (pelajaran). Karena sebentar lagi saya juga kembali ke Beliau (Tuhan)," kata Jos Soetomo. (Tribunnews)

SIMAK SELENGKAPNYA VIDEO: