Buat bro Deddy Corbuzier... Mulailah serius mempelajari Islam dengan benar

Buat bro Deddy Corbuzier

Oleh: Ruby Kay

Dalam permintaan maaf di akun Instagram, Deddy Corbuzier menulis, "....hanya membuka fakta bahwa mereka ada disekitar kita dan saya pribadi merasa tidak berhak men-judge mereka".

Hohoho.... 
Bro Deddy, lebih baik istirahat dulu sejenak dari dunia entertainment, mulailah intens mempelajari Islam. Gue akui otot lu gede, badan lu kekar, tapi kelihatan sekali kalau pemahaman lu tentang Islam masih teramat dangkal. Gue paham lu mualaf, maka dari itu belajar. 

Gini ya bray. Sejatinya gak perlu jadi mualaf untuk mengetahui kalau homoseksualitas itu ada disekitar kita. Al Qur'an maupun Injil berulang kali mengingatkan manusia akan bahaya laten perbuatan bejat kaum Nabi Luth. G*y dan lesbi*n tidak cuma eksis di jaman sekarang, tapi dari ribuan tahun lalu, prilaku seks menyimpang sudah dipertontonkan secara terang-terangan. 

Allah SWT mengutus banyak Nabi dan Rasul jangan dikira cuma buat ongkang-ongkang kaki doang. Mereka dibebankan tugas yang sama sekali gak gampang, yaitu untuk menyebarkan kalam illahi, mengajak yang tersesat untuk kembali pada kodrat dan fitrahnya sebagai khalifah dimuka bumi. 

Nah, untuk memahami apa itu khalifah, lu mesti belajar dari ulama yang benar-benar menyandarkan keilmuannya pada Al Qur'an dan Hadits. Jika circle pertemanan lu isinya para pembenci khilafah ya gak bakal tercerahkan. Apa konektifitas antara khalifah dan khilafah? Apa makna khalifah secara personal dengan khalifah sebagai pemimpin ummat? Gue yakin lu belum menggali hal ini. 

Lagipula tanpa mengundang pasangan g*y sebagai bintang tamu di acara podcast lu, ummat beragama sudah pada tahu kalau homoseks itu ada dan perbuatan mereka sangat dibenci oleh sang Khaliq. Sebagai muslim lu berhak menghujat berbagai penyimpangan yang dilakukan manusia. Contoh; jika seorang remaja melakukan hubungan seksual dengan kambing, ayah melakukan incest dengan anak kandung hingga bunting, apa lu menganggap semua itu normal dengan alasan menghargai perbedaan? Ada ummat Islam yang marah saat ajaran agamanya dihina oleh buzzer bayaran. Apakah mengolok-olok ritual peribadatan sebuah agama cuma lu anggap sebagai freedom of speech? Bebas itu ada batas. Jika tak ada filter, suatu saat akan ada pria yang memasukkan alat kelaminnya ke lubang knalpot mobil. 

"Ah, berlebihan lu bray!"

Eiitts... jangan salah. Ribuan tahun lalu tak ada yang menyangka kalau laki-laki bisa bersenggama dengan sesama laki-laki. Karena nafsu, pikiran dan curious manusia tak berbatas, ingin mencoba banyak hal, maka berbagai penyimpangan pun marak dilakukan oleh anak cucu nabi Adam.  

Come on bro. Lu men-declare diri sebagai "smart people". Tapi logika mudah begini saja masih keteteran. Silahkan baca buku-buku karya Adam Smith, Sun Tzu, Robert Kiyosaki, hingga Stephen Covey yang menulis buku best seller "The Seven Habits of Highly Effective People". Tapi semua itu akan percuma jika lu masih malas-malasan mengkaji isi Al Qur'an. 

Badan boleh kekar, tapi wajah lu terlihat lelah. Coba istirahat sejenak, lalu mulai belajar mengeja alif ba ta tsa. Sebagai sesama muslim, gue sayang sama lu bro. Dengan popularitas dan materi yang dimiliki, sejatinya lu punya kans menjadi garda terdepan dalam membela Islam. Tapi sayang, sejak jadi mualaf hal itu belum terlihat. Namun tak ada kata terlambat untuk melakukan perubahan. Tergantung niat. 

(*)
Baca juga :