SEMUA BUZZER PENGECUT, DENNY SIREGAR KABUR MENGHADAPI NOVEL

Rencana adu jotos antara Denny Siregar dan Ustadz Novel Bamukmin nampaknya tidak akan terealisasi. Setelah sempat sesumbar dan menantang Novel duel di atas ring, Denny di beberapa postingannya, baik di Twitter atau di Instagram menyatakan enggan berkelahi dengan Novel.

Tantangan duel Denny vs Novel ramai jadi pembicaraan netizen. Berawal dari tantangan terbuka Denny di Twitternya, seorang netizen menanggapi dengan bersedia menyiapkan tempat bertanding dan uang Rp 50 juta sebagai hadiah untuk pemenang.

"Kalau sama yang ini, mau juga kalo duel di ring. Ntar gua siapin ringnya.. Gimana ? Kalo setuju silahkan RT.." cicit Denny dalam postingannya pada 13 April yang menyertakan foto Novel Bamukmin.

Sontak tantangan Denny disambut banyak pihak. Termasuk Ustadz Novel Bamukmin yang mengaku sudah gatal tangannya ingin bertarung melawan Denny. “Saya sudah tau dan saya sudah siap ladeni si DeSi (Denny Siregar). Siapin aja tuh si DeSi lokasi dan waktu dan jamnya kapan,” tegas Ustadz Novel.

Namun seolah berkilah, Denny yang memulai tantangan tersebut kemudian malah mengajukan syarat-syarat lain jika pertarungan tersebut bisa terwujud. 

"Gak usah pake duit Rp 50 juta. Kalo sayembara itu minimal Rp 500 juta, biar gak keliatan miskinnya. Tanggal 24 Mei oke, habis puasa. Di Bali oke, ntar gua siapin. Kandang cebong lebih aman. Sumbunya panjang, gak pake keroyokan," kata Denny.

Denny bahkan sempat sok-sokan menantang bukan dengan tinju, melainkan MMA. "Jangan tinju deh, bagusan MMA. Gimana? Lebih berasa.."

Sayangnya, meski sudah banyak berkoar-koar, Denny terbukti tak berani melawan Novel. Seperti dalam postingannya di Instagram yang menanggapi berita tentang Novel yang mengaku tangannya sudah gatal ingin bertarung dengan Denny.

"Sempet pengen tarung ma doi di atas ring, tapi karena dia bilang tangannya gatal, gak jadi deh. Entar nular kudis ma kurapnya," alasan Denny di akun Instagram pribadinya.

Novel yang sempat mengatakan jadwal pertandingan setelah Ramadhan terlalu lama, justru diledek Denny. Ia mengatakan, malas bertengkar dengan Novel karena alasan puasa.

"Padahal promotornya doi yang ngajuin tanggal dan tempat di Bali, trus katanya si omping setuju. Lah, kok tiba2 dia bilang kelamaan. Lagian ya gua males bulan puasa berantem. Emang doi, gak pernah puasa," kata Denny berkilah lagi. 

Tentu banyak waktu untuk bertarung di bulan Ramadhan, jika memang Denny berani. Waktu setelah sholat tarawih pun ideal.

Sedari awal memang diduga ini bukan duel yang seimbang karena Denny Siregar sudah lama mengidap penyakit jantung koroner yang cukup parah. Pada tahun 2018 lalu, Denny mengumumkan dirinya dipasang tiga ring (cincin) di dalam tubuhnya, sebab ada penyempitan di pembuluh darahnya.

"Aku harus dipasang 3 ring sekaligus karena ada penyempitan di pembuluhku. Dahsyat gumasyat. Mau pingsan, tapi kok malu", kata Denny melalui jejaring sosial, Rabu (14/2/2018).

Tapi dengan kondisi seperti itu, di sisa umurnya bukannya mengurusi penyakitnya dan mengucapkan kalimat-kalimat yang baik, Denny malah melontarkan tantangan berantem kepada Ustadz Novel Bamukmin. 

Jadi tidak aneh bila Denny kemudian mencari-cari alasan supaya duel ini tidak jadi digelar.