Politikus PDIP Sebut Formula E Tidak Mendesak Hanya Jadi Proyek Gengsi Anies, Saat Ditanya Bedanya Apa dengan MotoGP, Jawabannya Mbulet, Roy Suryo pun Tersenyum

[PORTAL-ISLAM.ID]  JAKARTA - Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PDIP, Gilbert Simanjuntak menyebut Formula E adalah proyek gengsi Gubernur Anies Baswedan. Gilbert mengatakan bahwa Formula E tidak terlalu mendesak.

"Ini proyek gengsi. Apa yang mendesak dari formula E? Ini rugi. Apa yang membuat keputusan dalam 2 minggu dan mendesak? Ini ada sesuatu gengsi yang dipertaruhkan," ujar Gilbert dalam diskusi Total Politik bertajuk 'Antara GP Mandalika dan Formula E, Adu Politik Mercusuar?' di Jakarta, Minggu (27/3/2022).

Ketika disinggung terkait gelaran MotoGP Mandalika dan Formula E, dia menyebut sangat berbeda. Hal ini karenakan proyek MotoGP merupakan proyek nasional sedangkan gelaran Formula E dianggap hanya keperluan mendesak.

"You do in Mandalika dan we do in Jakarta. Lalu sempat dipaksakan pindah (lokasi) di tanah reklamasi, tapi kan nggak boleh. Jadi ini bukan permanen. Ini mercusuar? Tidak. Ini proyek yang dipaksakan tanpa perencanaan yang matang," kata Gilbert.

Gilbert mengatakan proyek Formula E tidak bisa dibilang proyek Mercusuar melainkan proyek Mercusuir. Ini dikarenakan persiapan untuk Formula E sangatlah minim.

"Itu kan pembangunan dipaksakan di atas tanah rawa dipindah dari Monas. Ini kan tanpa perencanaan. Lalu dipindah karena tidak ada tempat lagi dipaksakan di Ancol tanpa diduga ada rawa. Harusnya itu ada 6 bulan evaluasi tapi dipaksakan dibangun," jelas Gilbert.

Seperti diketahui, Formula E di Jakarta akan digelar pada 4 Juni 2022.

Saat ini pembangunan sirkuit Formula E Jakarta terus dikebut. Progres pembangunan lintasan mencapai 87,9 persen. Pantauan di lokasi pada Jumat (25/3/2022), seluruh lintasan Formula E telah di aspal lapisan pertama. 

*Ket. Foto: Dalam diskusi ini juga hadir mantan Menpora Roy Suryo. Dalam foto di atas tampak Roy Suryo senyam senyum melihat politikus PDIP Gilbert Simanjuntak.