Omong Kosong Pawang Hujan!

Omong Kosong Pawang Hujan

Oleh: Teguh Suprayogi

Atas nama kearifan lokal, pawang hujan pun dipanggil. Untuk menolak hujan. Agar acara berjalan dengan lancar. Hujan tetaplah hujan, meski ribuan pawang hujan dikerahkan. Jika Allah berkehendak, kun fayakun. Jadilah hujan. Tak ada yang bisa menolaknya.

Omong kosong ada orang bisa menghentikan hujan. Para pendukung pawang pun berhujah. Itu bukan menghentikan, tapi mengalihkan atau memindahkan ke tempat lain. Buka matamu, ganti posisi. Tidurmu terlalu banyak tengkurap, jadi kebanyakan ngiler.

Hujan itu berkah. Ya, itu keyakinan agama kami. Jika pengin cuaca cerah saat punya hajat atau acara, cukup berdoa minta cuaca cerah, diberi kelancaran acara, dan seterusnya. Bukan malah mengundang orang govlock dengan biaya mahal. Mana bisa menolak hujan.

Masih mending kalau pakai rekayasa cuaca seperti yang disarankan para ilmuwan. Itu masuk akal dan bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Meski masih gagal juga untuk acara balap MotoGP. Ya, kabarnya selain mengundang pawang hujan, ada juga rekayasa cuaca.

Kalau masih nekad pakai pawang hujan, coba suruh ganti namanya menjadi pawang panas, agar panas matahari yang datang, bukan hujan lebat. Meski tetap saja si pawang cuma omong kosong. Iya, saya tak percaya dengan pawang macam begitu. Iya ora, Son?

(*)