Lobi-lobi 3 Periode Pendukung Jokowi

Akhrom Saleh, Sekretaris Jenderal Koordinator Nasional Jokowi atau Kornas-Jokowi—kelompok pendukung Joko Widodo dalam pemilihan presiden—berulang kali mendapat telepon dari pemimpin organisasi pendukung Jokowi lainnya. Dari balik telepon, pemimpin pendukung Jokowi itu meminta Kornas-Jokowi ikut menyetujui gerakan Jokowi tiga periode atau perpanjangan masa jabatan presiden. Tapi Akhrom menolaknya. "Tentu kami tolak karena sikap kami jelas dan tegas menolak wacana itu," kata Akhrom saat dihubungi Tempo, Kamis, 17 Maret 2022.

Akhrom bercerita, para pemimpin organisasi pendukung Jokowi itu meminta Kornas-Jokowi berbalik arah dengan menyatakan sikap mendukung agenda Jokowi tiga periode tersebut. Paling tidak, kata Akhrom, ia diminta mengutarakan sikap itu di grup WhatsApp tempat berkumpulnya berbagai komunitas pendukung Jokowi. "Kami bukan pendukung buta yang menganggap penguasa selalu benar dalam bertindak," ujar Akhrom.

Tak hanya menolak, Akhrom juga mengatakan berusaha mencerahkan kelompok pendukung Jokowi lainnya mengenai agenda Jokowi tiga periode tersebut. Salah satu narasi yang ia sampaikan adalah bahwa perpanjangan masa jabatan presiden itu sama saja dengan merusak masa depan demokrasi Indonesia. "Artinya, apabila kita sebagai relawan, khususnya yang terlahir dari aktivis mahasiswa, tentu tak logis bila turut terjebak dalam permainan elite sekalipun itu keinginan orang nomor satu," ujarnya.

Akhrom mengatakan penjelasannya itu bisa diterima sebagian kelompok pendukung Jokowi. Mereka pun memilih tidak bersuara ataupun menyetujui agenda Jokowi tiga periode. Menurut Akhrom, organisasi pendukung Jokowi seharusnya mengingatkan Presiden Jokowi agar tidak memaksakan kehendak untuk memperpanjang masa jabatan.

Selain Akhrom, Ketua Satria Airlangga—kelompok pendukung Jokowi di Surabaya—Teguh Prihandoko, juga sempat diajak mendukung agenda Jokowi tiga periode. Selain Teguh ditelepon, seorang pemimpin kelompok pendukung Jokowi di Surabaya sempat menemuinya, lalu mengajaknya menyetujui agenda perpanjangan masa jabatan presiden tersebut.

Pendukung Jokowi itu meminta izin ke Teguh agar nama organisasinya ikut dicantumkan dalam baliho dukungan ke Jokowi tiga periode yang akan dipasang di Kota Surabaya. Tapi Teguh menolaknya.

Tanpa nama lembaga Teguh, baliho bergambar Presiden Jokowi dan desain ibu kota negara disertai tulisan “Satu Komando #2024IkutPakJokowi” bertebaran di sepanjang Jalan Jenderal Ahmad Yani hingga Wonokromo, Surabaya. Penanggung jawab baliho ini mengatasnamakan diri Sapulidi Pengikat Kebhinekaan.

Menurut Teguh, ia memilih tak ikut ajakan itu karena dukungan Jokowi tiga periode justru akan menjerumuskan bekas Wali Kota Solo itu. “Kekuasaan yang terlalu lama akan cenderung korup. Kita sudah punya pengalaman,” ujar Teguh.

Sejumlah kelompok pendukung Jokowi lainnya bersikap serupa dengan Akhrom dan Teguh. Ketua Umum Jokowi Mania, Immanuel Ebenezer, mengatakan sejak awal organisasinya tidak ingin merusak demokrasi dan legasi atau warisan Presiden Jokowi di pemerintahan terakhirnya. "Saya dukung sikap tegas Presiden yang berkali-kali menolak usulan itu," kata Immanuel.

Ia menyebutkan, sejak awal, mayoritas kelompok pendukung Jokowi bersepakat menolak agenda perpanjangan masa jabatan. Immanuel mengatakan agenda presiden tiga periode ini bukan kebutuhan rakyat, melainkan kepentingan oligarki yang berada di sekeliling Jokowi. "Kalau relawan langsung presiden, pasti menolak. Tapi kalau relawan produknya menteri, ya, pasti maunya tiga periode," ujarnya.

(Sumber: Koran Tempo, 18/3/2022)