KEBOHONGAN YANG TIDAK SINKRON

KEBOHONGAN YANG TIDAK SINKRON

Kalau dari cerita Detik, inisiatif wacana penundaan Pemilu memang datang dari lobi Istana. Dari tujuh parpol koalisi, hanya lima yang dilobi, di mana 3 di antaranya langsung setuju. 

Persetujuan tersebut tidaklah mengherankan, mengingat tiga ketua umum parpol yang langsung mengiyakan tersebut sejak lama memang diketahui tersandera sejumlah kasus, mulai dari kasus korupsi hingga kasus asusila. Sementara, dua parpol koalisi lainnya, yang satu tegas menolak, satunya lagi masih melipir, tak berani tegas menolak.

Sejauh ini dua parpol pendukung pemerintah lainnya, yaitu PDIP dan Gerindra, menurut Detik, belum dilobi.

Menunda Pemilu dengan alasan kinerja kabinet belum maksimal dan pertumbuhan ekonomi belum memuaskan sangatlah menggelikan. Alasan itu tidak sinkron dengan sejumlah survei polesan yang mengklaim publik puas atas kinerja Presiden.

Jika pemerintah gagal mencapai target, dalam sistem demokrasi yang sehat lazimnya kita justru mengenal pemilu yang dipercepat, dan bukannya memundurkan pemilu. Pemilu yang dipercepat diperlukan untuk menyegarkan visi serta personalia pemerintahan. 

Tidak ada gunanya memperpanjang konsep serta aktor politik yang sudah terbukti gagal mengurus negara.

(By Tarli Nugroho)