Immanuel Ebenezer Kasih Pesan Menohok Untuk Denny Siregar

[PORTAL-ISLAM.ID]  Ketua Umum Relawan Jokowi Mania (JoMan) Immanuel Ebenezer meminta Denny Siregar berhenti menyebar narasi kebencian di media sosial.

“Saya meminta Denny Siregar dan kawan-kawan. Stop narasi kebencian. Stop narasi perpecahan,” kata Immanuel, Kamis (24/3/2022).

Pria yang akrab disapa Noel ini lantas menyinggung aksi Denny Siregar saat laskar FPI ditembak di Tol Jakarta-Cikampek KM50.

“Kasihan. Kayak kemarin kawan-kawan yang ditembak itu (laskar FPI -red). Dia bukan berduka, atau berempati, mereka malah ngirim bunga gimik,” kata Noel.

Noel mengaku menganggap pemecatan dirinya sebagai komisaris di anak perusahaan BUMN adalah hal yang biasa.

“Kita lahir dari dunia aktivis yang penuh proses. Bukan dari mereka dari dunia medsos. Dunia maya. Kita enggak mau berdebat soal itu,” kata dia.

Dia menyinggung Denny Siregar yang senang mendengar dirinya dipecat sebagai komisaris.

“Begitu hari ini saya dipecat, mereka pada hore dan senang. Ini saya lihat psikopat lama-lama bangsa ini.” ujarnya.

Sebelumnya, Immanuel Ebenezer mengaku tidak mempermasalahkan dirinya dipecat sebagai Komisaris Utama di PT Mega Eltra.

Sebaliknya, ia mengaku merasa terhormat meski dipecat sebagai komisaris utama anak perusahaan BUMN karena dipecat bukan karena kasus korupsi.

“Saya merasa terhormat dipecat bukan karena korupsi mencuri uang negara, saya dipecat kerena membela kemanusiaan,” tutur Noel.

Noel menduga, pemecatannya penyebabnya karena keberpihakannya kepada Munarman dan sering mengkritik Pemerintah.

“Saya lihat motifnya saya lihatnya ada dendam di lingkaran Jokowi terhadap saya, pintu masuknya kasus Munarman gitu,” kata Noel.

Noel juga menduga adanya dendam lantaran dirinya yang kerap mengkritik kebijakan pemerintahan Jokowi.

Kata dia, pencopotan dirinya berangkat dari kesaksian atas kasus Munarman hingga dendam akibat kerap kritik kebijakan.

“Itu yang pasti, itu (jadi saksi Munarman) pintu masuk, dugaannya dendam, karena lingkaran Jokowi sering kita kritik kebijakannya,” ucapnya.[Pojoksatu]