IDENTIFIKASI DAJJAL

IDENTIFIKASI DAJJAL (Bagian 1)

Oleh: Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin)

Tadinya saya hendak langsung menulis analisis untuk identifikasi Dajjal yang perkiraan hakikatnya sungguh samar sebagaimana saya tulis dalam status sebelumnya yang berjudul "DIA DAJJAL ATAUKAH NABI ISA?"

Akan tetapi ketika sebagian komentar agak keheranan atau mempertanyakan kemungkinan Dajjal akan membela Islam di awal kemunculannya, maka saya memutuskan sedikit mempertajam hal ini.

Satu hal yang sudah jelas dinyatakan dalam hadis sahih adalah Dajjal Akbar itu nanti akan menjadi fitnah terbesar sepanjang sejarah umat manusia. Sejak nabi Adam sampai hari kiamat nanti, tidak ada fitnah yang lebih dahsyat daripada fitnah Dajjal. Imam Ahmad meriwayatkan,

عَنْ هِشَامِ بْنِ عَامِرٍ الْأَنْصَارِيِّ قَالَ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَا بَيْنَ خَلْقِ آدَمَ إِلَى أَنْ تَقُومَ السَّاعَةُ فِتْنَةٌ أَكْبَرُ مِنْ فِتْنَةِ الدَّجَّالِ

Artinya: 
Dari Hisyam bin ‘Amir Al-Anshori berkata: Saya mendengar Nabi ﷺ  bersabda: "Tidak ada fitnah sejak diciptakannya Adam sampai Hari Kiamat yang lebih besar daripada fitnah Dajjal."

Malahan, semua fitnah-fitnah dan segala ide yang menyesatkan atau mengkafirkan manusia hari ini, pada hakikatnya “belum ada apa-apanya” dibandingkan dengan dahsyatnya fitnah Dajjal. Semua fitnah itu hanya “pelempang jalan” dan "disiapkan" untuk menyambut fitnah Dajjal Akbar yang akan muncul. Imam Ahmad meriwayatkan,

عَنْ حُذَيْفَةَ قَالَ ذُكِرَ الدَّجَّالُ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ لَأَنَا لَفِتْنَةُ بَعْضِكُمْ أَخْوَفُ عِنْدِي مِنْ فِتْنَةِ الدَّجَّالِ وَلَنْ يَنْجُوَ أَحَدٌ مِمَّا قَبْلَهَا إِلَّا نَجَا مِنْهَا وَمَا صُنِعَتْ فِتْنَةٌ مُنْذُ كَانَتْ الدُّنْيَا صَغِيرَةٌ وَلَا كَبِيرَةٌ إِلَّا لِفِتْنَةِ الدَّجَّالِ

Artinya: Dari Hudzaifah bin Al-Yaman, ia berkata: Dajjal disebut-sebut di dekat Rasulullah ﷺ  lalu beliau bersabda: "Sungguh fitnah sebagian dari kalian lebih aku takutkan dari fitnahnya Dajjal dan tidaklah seseorang selamat dari fitnah sebelumnya melainkan pasti selamat dari fitnah setelahnya dan tidaklah fitnah kecil ataupun besar dibuat sejak dunia ada melainkan untuk fitnahnya Dajjal."

Begitu dia muncul, fansnya akan banyak sekali, para pecinta akan memujanya, dan para “muḥibbīn” fanatik akan membela habis-habisan sampai level yang mungkin sangat tidak masuk akal lagi. Lalu pelan-pelan, ketika loyalitas sudah terbangun di level taklid buta yang membuat tidak bisa berfikir jernih lagi, maka pelan-pelan akan dibelokkan, dan dikafirkan secara tidak sadar.

Fitnah itu tidak hanya menimpa non muslim, tapi muslim pun: Jutaan atau puluhan juta atau bahkan mungkin ratusan juta dari mereka terfitnah dengan kemunculannya. 

Jika seperti ini kondisnya, maka mustahil awal mula Dajjal muncul dia langsung langsung frontal menentang Islam. Sebab dengan cara begitu justru malah sulit dia menyesatkan umat Islam dan mengajak kaum muslimin bergabung dalam barisannya.

Tipuan terhebat itu bukan saat sang penipu menyajikan kebatilannya secara dominan. Justru penipu terhebat adalah saat dia menyajikan haq 99%, lalu menyisipkan kesesatan sebesar 1% yang tak mudah terlihat oleh mata biasa!

Jadi sangat mungkin awal Dajjal muncul itu dia akan tampil sebagai orang saleh, zuhud, anti syahwat, menguatkan syariat nabi Muhammad dan menyerukan tauhid!

Ini semua haq, karena dengan seruan inilah secara logis dia akan banyak diikuti dan dicintai umat Islam.

Ada riwayat yang sungguh menakutkan yang dikutip oleh Ibnu Kaṣīr dalam kitab al-Bidāyah wa al-Nihāyah yang maknanya persis seperti ini. 

Begini tulisan Ibnu Kaṡīr saat menggambarkan awal kemunculan Dajjāl Akbar,

فَيَدْعُو إِلَى حَقٍّ، فَيُتَّبَعُ

Artinya,
“Lalu dia (Dajjal Akbar) mengajak pada kebenaran, sehingga dia diikuti!” 

Lanjutan riwayatnya memperjelas maksud kalimat tersebut yaitu,
 
فَيُظْهِرُ دِينَ اللَّهِ، وَيَعْمَلُ بِهِ، فَيُتَّبَعُ وَيُحَبُّ عَلَى ذَلِكَ

Artinya,
“Lalu dia memenangkan agama Allah (Islam) dan mengamalkannya. Diapun diikuti dan dicintai karena hal tersebut!”

Tidak heran juga jika dalam kitab Fatḥu al-Bārī ada informasi bahwa Dajjal Akbar nanti juga akan sempat mengumumkan diri sebagai Khalifah kaum muslimin!

Jadi, jangan pernah memustahilkan Dajjāl di awal kemunculannya akan membela Islam bahkan menguatkan syariat nabi Muhammad. Ini sungguh meremehkan dahsyatnya fitnah Dajjal. Karena jika Dajjal dibayangkan begitu muncul langsung menjelek-jelekkan Islam, berarti hakikatnya sangat jelas, tidak samar dan mudah mengidentifikasinya. Padahal Rasulullah ﷺ sudah mengingatkan dia itu fitnah besar. Maknanya hakikatnya sangat samar, tidak mudah dilihat sehingga bisa menipu jutaan bahkan mungkin milyaran orang.

Jadi, jika hakikat Dajjal sesamar ini, lalu bagaimana cara mengidentifikasinya? Insya Allah kita analisis di tulisan bagian ke-2

(bersambung)

*Catatan:
Riwayat dalam kitab al-Bidāyah wa al-Nihāyah di atas tidak akan mencapai kualitas yang memuaskan jika dikaji dari sisi kritik sanad dan matan, tetapi jika dikaitkan dengan dahsyatnya fitnah Dajjal, maka tetap sungguh penting untuk diwaspadai. Barangkali karena alasan itulah Ibnu Kaṡīr yang dikenal ketat dalam riwayat tetap memasukkannya dalam buku sejarahnya tersebut.