Banyak Hal Unik Dalam Invasi Rusia ke Ukraina

Oleh: Ibnu Zaini Atmasan

Banyak hal yang unik dalam invasi Rusia ke Ukraina kali ini. Salah satunya mengenai taktik perang. Sepertinya benar jika dikatakan bahwa strategi perang yang digunakan Rusia di Ukraina kali ini adalah: BLITZKRIEG di awal, BOMBARDIR & PENGEPUNGAN kemudian.

Taktik serangan kilat angkatan darat dengan pengerahan tank pernah sukses dilakukan oleh Rusia saat menginvasi Georgia. Alasan invasi saat itu prinsipnya juga mirip dengan sekarang, yakni karena Georgia, sebuah negara yang merdeka paska runtuhnya Soviet ini, merapat ka Barat. Tapi serangan kilat waktu itu sukses.

Ada pun strategi bombardir dan pengepungan pernah sukses dilakukan Rusia saat mereka menyerang Chechnya. Kota Grozny saat itu dikepung dan dibombardir habis-habisan oleh Rusia. Paska runtuhnya Soviet, warga Chechnya juga berjuang untuk merdeka dari cengkraman Rusia. Akan tetapi Rusia tak membiarkan Chechnya merdeka. Gerakan kemerdekaan Chechnya akhirnya bisa ditumpas dan sampai kini Chechnya dikuasai oleh Rusia.

Selan itu strategi pengepungan dan bombardir juga sering kita temukan dalam perang sipil di Suriah (kemungkinan atas asistensi Rusia pada pasukan Assad). Misalnya dalam peristiwa pengepungan Aleppo, Al-Qusyair, dan Ghouta

Taktiknya adalah mengepung musuh dalam suatu wilayah. Alih-alih mengirim pasukan penyerbu untuk masuk ke wilayah tersebut dan melakukan perang kota serta merebutnya sejengkal demi sejengkal, strategi ini justru tidak melakukan itu. Melainkan: bombardir kota dari semua sudut menggunakan artieri atau senjata jarak jauh. Lakukan itu terus menerus sampai musuh sengsara dan kesulitan hingga akhirnya menyerah.

Tak perlu merebut sejengkal demi sejengkal dengan perang kota, taktik ini memungkinkan pengepung mendapatkan seluruh kota sekaligus, yakni saat musuh menyerah. Taktik ini juga bisa mengurangi resiko korban jiwa bagi pasukan pengepung.

Sekarang taktik ini sepertinya diterapkan dalam pengepungan kota pesisir Mariupol Ukraina. Mungkin sebentar lagi kita akan melihatnya diterapkan dalam pengepungan ibu kota Kiev.

(*)