Palestina di Era Nabi Musa, Dawud dan Sulaiman

Palestina di Era Nabi Musa, Dawud dan Sulaiman

Tahun 1200 SM, Bani Israil masuk ke Palestina bersama Nabi Yusya bin Nun. Dahulu Bani Israil menolak masuk bersama Nabi Musa ke Palestina, serta membangkang terhadap perintah Allah swt dan perintah Nabi Musa, sehingga mereka masuk di era Yusya bin Nun dan menduduki kota Jericho. Mereka tidak mampu memasuki kota Al-Quds saat itu karena sangat kuat.

Tahun 1000 SM, Nabi Dawud bersama Thalut masuk ke Palestina dan mengalahkan Jalut pemimpin Palestina suku Kan'an. Pada waktu itu bangsa Kan'an menyembah berhala sehingga Allah menghancurkan mereka di hadapan Nabi Dawud. Seandainya bangsa Kan'an pada waktu itu bertauhid, niscaya Nabi Dawud tidak memerangi mereka.

Nabi Dawud memerintah selama 39 tahun, dan ia berada di Al-Quds saja, serta berinteraksi dengan bangsa Kan'an. Al-Quds pada waktu pemerintah Nabi Dawud dinamai kota Dawud. Tetapi nama ini tidak berlangsung lama karena kalah dengan popularitas dari nama yang lama yaitu Yebus dan Yerusalem.

Sesudah wafat Nabi Dawud, yang menggantikan Nabi Sulaiman. Ia seorang Nabi yang mulia dan sekaligus raja. Ia memerintahkan selama 39 tahun, dan mendirikan Masjid Al-Aqsha dengan bangunan yang besar dan indah.

Sesungguhnya negara pertama milik Bani Israil dalam sejarah adalah negara yang didirikan Nabi Dawud dan Sulaiman. Negara ini merupakan negara yang dimiliki umat yang bertauhid dan beriman. Namun setelah sepeninggal Nabi Sulaiman, maka berakhir pula negara Bani Israel untuk selamanya. Bani Israel berubah menjadi Yahudi. Karena sesudah Nabi Sulaiman wafat, mereka kufur dan tidak kembali kepada tauhid dan Islam hingga sekarang.

Negara Bani Israel yang didirikan Nabi Dawud dan Sulaiman ini bertahan 78 tahun. Setelah wafatnya Nabi Sulaiman, negara tersebut terbagi dua bagian. Sering terjadi konflik, perselisihan dan peperangan. Negara pertama bernama Yehuda di sebelah selatan dengan ibukotanya Yerusalem (Al Quds). Negara kedua bernama Samirah dengan ibukotanya Nablus. Kemusyrikan, kerusakan dan penyembahan berhala berkembang di kedua negara tersebut.

Pada tahun 722 SM, bangsa Asyiria menyerang Samirah dan mengusir orang Yahudi sehingga mereka bertebaran di berbagai negri. Pada 586 SM, bangsa Babilonia dari Iraq yang dipimpin oleh Nebukadnezar menyerang kota Al-Quds, maka runtuhlah negara Yehuda di bagian selatan. Kedua negara yang sebelumnya hasil pecahan dari kekuasaan Nabi Sulaiman hancur seluruhnya.

(Sumber: Sejarah dan Keutamaan Masjid Al-Aqsha, Mahdy Saied Rezk Kerisem, Al-Kautsar)