Jurgen Klopp Puji Salah dan Mane: Mereka Tidak Minum Alkohol Sehingga Langsung Tampil Prima Walau Baru Saja Ikut Piala Afrika

[PORTAL-ISLAM.ID] Duo penyerang Liverpool Mohamed Salah dan Sadio Mane tampil menjadi pahlawan bagi kemenangan penting melawan Norwich (Sabtu, 19/2/2022). Mo Salah dan Mane masing-masing menyumbang 1 gol untuk kemenangan 3-1.

Sebelumnya Liverpool menang 1-0 melawan Burnley di EPL (13/2/2022), dan menang melawan Inter Milan 2-0 di Liga Champions (17/2/2022).

Mohamed Salah dan Sadio Mane langsung tampil prima di Liga Inggris dan Liga Champions membela Liverpool, walaupun mereka baru saja menjalani pertandingan Piala Afrika 9 Januari - 6 Februari lalu, dimana Mo Salah dan Mane tampil di partai final Piala Afrika membela negaranya masing-masing, Mesir vs Senegal, yang dimenangkan Senegal lewat adu penalti.

Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp menyampaikan pujian sekaligus rahasia kenapa Mo Salah dan Mane bisa langsung tampil prima membela Liverpool walaupun mereka baru saja terkuras tenaganya di Piala Afrika.

Pujian dan rahasia yang disampaikan Klopp adalah karena Mo Salah dan Mane keduanya tidak minum alkohol. Itulah kenapa mereka langsung fit, bugar, dan tampil prima. 

Jurgen Klopp dalam wawancaranya usai pertandingan setelah kedatangan kembali Mo Salah dan Sadio Mane dari piala Afrika 2020, berkata jika dia adalah orang yang beruntung karena kedua pemainnya tidak mengkonsumsi Alkohol sehingga membuat mereka lebih cepat bisa tampil kembali untuk membela Liverpool di Liga Inggris.

“Mereka tidak minum (alkohol), jadi mereka fit setelah pertandingan. Keduanya punya kekuatan alami, dan semoga mereka tetap seperti itu selamanya,” terang Jurgen Klopp dilansir dari media Goal.com.

Mengapa Salah dan Mane tidak minum alkohol?

Baik Salah dan Mane - serta rekan setimnya Naby Keita - adalah Muslim, yang berarti mereka tidak minum alkohol sebagai bagian dari keyakinan mereka.

Ketika Liverpool menjadi juara Liga Premier pada tahun 2020, terungkap bahwa sampanye perayaan yang mereka semprotkan saat penyerahan trofi di Anfield adalah non-alkohol, untuk menghormati keyakinan mereka.

Kapten Jordan Henderson mengungkapkan: “Sampanye itu tidak beralkohol saat pengangkatan trofi karena Mo dan Sadio (mereka muslim tidak minum alkohol)."

“Di dalam ruang ganti tidak ada [intoleransi] itu jadi mengapa tidak demikian halnya di dunia luar (saat perayaan)?”

Alkohol sejatinya tidak baik dikonsumsi oleh seorang atlet, apalagi pemain sepak bola. Hal ini karena alkohol membuat semua usaha dalam mengembangkan kondisi fisik menjadi sia-sia. Karena pemain sepak bola butuh waktu cepat agar tubuhnya bisa kembali bermain dengan baik.

Selain itu, alkohol akan mengurangi energi yang dapat diproduksi tubuh. Alkohol juga buruk jika dikonsumsi sebelum berolahraga.

Alkohol yang dikonsumsi akan masuk ke setiap sel tubuh dan merusak kesetimbangan cairan di dalam sel. Sehingga bisa menyebabkan produksi energi yang menjadi kebutuhan otot dalam beraktifitas juga menjadi berkurang.

Alkohol juga merusak siklus tidur. Tidur menjadi bagian yang tidak kalah penting bagi keseharian seorang atlet. Tidur yang baik akan dapat menghasilkan performa yang baik pula di esok harinya. Konsumsi alkohol pada 6 jam sebelum tidur, akan merusak siklus tidur seseorang.

Hal yang paling buruk yaitu alkohol berpengaruh pada sikap pemain sepakbola di luar lapangan. Membuat karir pemain sepak bola yang tadinya sudah mapan menjadi berantakan.

(Sumber: Goal)