Habib Abubakar Assegaf "Difitnah" Ayang Utriza Yakin dengan Tudingan "Dipakai Cendana dan PKS"

[PORTAL-ISLAM.ID] Bagi yang belum kenal, Ayang Utriza Yakin, DEA., Ph.D. (lulusan S3 Universitas Sorbonne Prancis) ini adalah akademisi Indonesia di bidang hukum Islam, filologi, dan sejarah Islam. Saat ini, ia tercatat sebagai dosen tamu di Universitas Katolik Leuven, Belgia.

Ayang Utriza Yakin juga seorang aktivis dari Nahdlatul Ulama (NU). Meski demikian, ia kerap menuai kontroversi karena pernyataannya di media sosial. 

Kontroversi yang lagi rame di twitter, dia menuding Habib Abubakar Assegaf dipakai oleh Cendana dan PKS.

Habib Abubakar Assegaf mengatakan dirinya difitnah oleh Ayang Utriza Yakin atas tudingan tersebut.

Berikut klarifikasi Habib Abubakar Assegaf yang disampaikan di akun twitternya:

(1) Saya baru tau sekarang, ternyata Saudara @Ayang_Utriza telah melakukan tuduhan serius terhadap saya dan saudara saya Habib Taufiq Assegaf (Ketua Rabitah saat ini) sy mohon anda @Ayang_Utriza bisa menjelaskan maksud dari tuduhan anda ini. Apa maksudnya saya dan beliau dipakai cendana dan PKS.

(2) Terkait dengan tweet permintaan saya kepada @Ayang_Utriza agar klarifikasi atas tuduhan (fitnah) atau lebih tepatnya Iftiro’, saya dipakai oleh cendana, @Ayang_Utriza menjawab di DM pribadi ke saya.

Untuk itu saya merasa perlu menjelaskan di publik terkait isi DM @Ayang_Utriza kepada saya.

(3) @Ayang_Utriza mengakui yang dimaksud di tweet tersebut adalah saya & Habib taufiq (Ketua DPP Rabitah saat ini).

(4) @Ayang_Utriza tidak merasa salah melempar tuduhan fitnah tersebut, dia menyebut tweet sampah tsb atas dasar pengetahuan yang dia miliki. Yang juga tidak jelas pengetahuan dari mana.

(5) Yang mana ini aneh dan tidak masuk akal, karena dia bersikeras menuduh saya mengetahui segala sepak terjang FPI, yang berhubungan dg muhammadiyah, PKS bahkan memaksa saya membongkar arah aliran dana cendana, menuduh saya menjadi pengurus di DPP FPI, Mengetahui soal 212 dst.

(6) Lagi-lagi ini aneh karena saya sama sekali tidak tergabung dengan satupun organisasi yang dia sebut, apa lagi mengenal keluarga cendana. Satu satunya organisasi yang saya pernah aktif di dalamnya, adalah NU (2 Priode sebagai Wakil Rais Syuriah PCNU) Kab. Pasuruan.

(7) Saya tidak mengerti dari mana @Ayang_Utriza bisa berfikiran demikian kacau, memaksa saya mengakui saya dipakai oleh parpol dan ormas, bahkan keluarga cendana 
لا حول واا قوة إلا بالله

(8) Atas dasar dirinya sebagai peneliti dan dosen, pengamat, dia merasa sah mentweet tuduhan / Iftiro’, yakni informasi mengada-ada tersebut sebagai bagian dari hasil ilmu pengetahuannya. 

(9) Karena atas dasar tuduhan2 yang dia bersikeras pertahankan walaupun saya sudah mengatakan itu fitnah di tweet saya, maka dari itu saya merasa perlu menjelaskan di publik, terkait sikap @Ayang_Utriza yg sama sekali tidak merasa salah dan bersikeras merasa benar telah memfitnah saya di publik.

(10) Perlu diketahui, saya bergaul dengan semua golongan, dan saya sama sekali bukan orang yang bisa dimanfaatkan atau memanfaatkan jabatan, partai politik, organisasi, atau individu lain.

(11) Ketika ini menjadi demikian viral harusnya ini dipahami oleh @Ayang_Utriza karena dia yang meletakkan fitnah murahan ini dipublik. Bukan malah menyalahkan orang2 yang menegurnya dan mengatai saya kehilangan arah.

(12) Untuk segala tuduhan tuduhan fitnah yang @Ayang_Utriza tuduhkan kepada saya, saya tidak ridho. Ini akan jadi hujjah antara kita dihadapan Allah kelak 
حجة بيننا وبين الله

Demikian yang bs saya jelaskan disini.

(13) Semoga ini jadi pelajaran buat kita semua, Khususnya bagi saya. Cukup saya tau orang seperti apa @Ayang_Utriza ini “Hasbiyallah wa Ni’mal Wakil”.

[Sumber: Thread]