TUHANMU BUKAN TUHANKU

TUHANMU BUKAN TUHANKU

Pertama kali melihat tweet-nya si FH, udah beranggapan pasti akan ada yang membela bahwa kata Allah dalam tweet FH adalah bahasa universal dimana, umat kristiani pun memakai kata itu. Hanya berbeda lafal pengucapannya aja. 

Dan si FH sendiri adalah Kristiani. 

Membedah tweetnya sekedar mengupas apakah si FH melakukan kesalahan, gak ada salahnya kita bahas disini. 

Saya bedakan dengan 3 kotak yang berwarna pada tweet si FH untuk membedah apakah dirinya sedang membicarakan Tuhannya sebagai umat Kristen atau sedang membandingkan Tuhannya dan Tuhan umat Islam.

Kotak Merah jelas disana dia menyebut Allah dengan akhiran "mu". Artinya dia sedang menunjuk Tuhan orang lain. Kata mu sendiri adalah kata ganti dari kamu. Yang artinya bukan pada diri dia. 

Kotak hijau menerangkan saat dia mulai menunjuk dirinya sendiri dengan menilai pada kalimat lanjutannya. 

Dan kotak hitam menjadi jelas bahwa dia sedang menilai bagaimana Tuhannya dengan melekatkan akhiran "ku" pada kata Allah yang dituliskannya. 

➡️ Allahmu lemah karena harus dibela, artinya dia menilai ada kelemahan dengan menunjuk Tuhan dari agama lain. 

➡️ Allahku tidak perlu dibela, artinya dia sedang meninggikan Tuhannya dan merendahkan Tuhan dari agama lain dengan kata lemah dan perlu dibela. 

Jika merujuk pada kata Allah saja, benar bahwa kata Allah diucapkan juga oleh agama non Islam, yaitu Kristen. Namun saat dibuat kalimat sesuai dengan apa yang di tweetkan oleh FH, jelas ada indikasi dirinya sedang merendahkan Tuhan dari agama lain dengan meninggikan Tuhan dari agamanya sendiri, yaitu Kristen.

Menuliskan hal itu pada ruang publik, pastinya akan membuat kehebohan dan rasa sakit hati pada pihak yang dilecehkan akan Tuhan dan Agamanya. 

Masing-masing dari kita pastinya pernah merendahkan atau menertawakan sesembahan agama lain. Namun pembicaraan itu dalam ruang privat dimana hanya ada komunitas yang sama. Bukan di area publik dimana semua orang bisa mendengarkan, membaca atau menyaksikan. 

Pernahkah umat Islam membicarakan Tuhan umat Kristiani dengan nada tertawaan? Pernah, namun bukan di area publik, dimana ada umat Kristen yang mendengarkan secara langsung. 

Pernahkah pendeta Kristen berbicara merendahkan Nabi Muhammad dan Allah? Pernah, namun itu terjadi dalam ruang peribadatan mereka. Dimana tidak ada umat islam didalamnya. 

Apa yang terjadi saat ulama merendahkan peribadatan umat lain di area terbuka dimana ada umat Kristen, Hindu, Budha yang ikut mendengar dan menyaksikan secara langsung? Bisa ada kehebohan karena dianggap melecehkan. 

Demikian juga pemimpin agama lain, ketika ia merendahkan Nabi Muhammad dan Allah di ruang publik dengan menepikan kehadiran umat Islam yang ada disana, bisa geger semuanya. 

Jika FH berbicara seperti tweetnya dalam komunitas umat Kristiani, mungkin umat Islam gak akan heboh. Karena dianggap dia sedang memberikan kekuatan pada umat Kristiani. Namun saat dia berbicara di sosial media, dimana ada umat Islam menyaksikan langsung apa yang dibuatnya? 

Inilah yang dikatakan Bareskrim bahwa apa yang dilakukan FH bisa menimbulkan kegaduhan..
Denny Siregar berusaha keras membenarkan apa yang dikatakan FH. Namun ada yang dia lewatkan dalam membedah setiap kata yang FH tuliskan dalam tweetnya. Kata per kata yang dirangkai menjadi kalimat, menjelaskan bahwa FH memang telah merendahkan Allah umat Islam dan meninggikan Tuhannya dalam perbandingan. 

Sayangnya kok masih mau melaporkan FH ke polisi ya? Bukankah pernah ada kasus yang dilaporkan malah disuruh menangkap sendiri terlapornya. Kenapa gak itu yang dijalankan sih?

(Setiawan Budi)