Minta Jokowi Segera Pindah ke IKN Nusantara, Nicho Silalahi: Yok Buat Pemerintahan Baru

[PORTAL-ISLAM.ID]  Pengesahan Rancangan Undang-Undang Ibu Kota Negara (RUU IKN) menjadi Undang-Undang (UU) terus menuai pro kontra di kalangan masyarakat. Terlihat dari unggahan salah satu aktivis yang juga pegiat media sosial, Nicho Silalahi.

Nicho menyarankan agar Presiden Joko Widodo (Jokowi) segera pergi dari Jakarta usai ditetapkannya Nusantara menjadi Ibu Kota Negara (IKN) di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Ia juga meminta Jokowi harus membawa anggota DPR RI ke IKN baru yang bernama Nusantara itu.

"UU Pemindahan Ibu kota sudah distujui, maka @jokowi harus mentaatinya dan saya sarankan dalam tempo sesingkatnya harus keluar dari Jakarta dan berkantor di Nusantara. Oh ya sekalian bawa juga anggota @DPR_RI kesana. Biar istana negara dan gedung DPR-RI kami bikin rumah tinggal," tulis Nicho dikutip dari akun Twitter-nya @Nicho_Silalahi, Sabtu (22/1/2022).

Hal ini dilakukannya sebagai bentuk kekecewaanya lantaran menurutnya pengesahan UU IKN tidak melibatkan rakyat secara langsung. Oleh karena itu, ia melemparkan cuitan yang berisikan ajakan rakyat untuk membuat pemerintahan baru.

"Tanpa Jejak Pendapat dari Rakyat mereka menghadirkan Ibu Kota Baru, Gimana kalau kita rakyat menghadirkan pemerintahan baru? Baiknya kita buat jejak pendapat dulu. Yok kita Gaspol," katanya.

Dalam cuitan berbeda, Nicho juga mengatakan, memindahkan IKN berarti memindahkan suatu permasalahan tanpa adanya solusi. Menurutnya, hal itu terjadi karena adanya masalah kesenjangan sosial dan ekonomi antara kaum kaya dan miskin.

"Memindahkan ibu kota sama artinya dengan memindahkan permasalahan tanpa solusi. Masalah bangsa ini sebenarnya hanyalah jurang kesenjangan yang begitu dalam antara sikaya dan simiskin sehingga keadilan hanya milik kaum kaya dan kaum miskin cuma numpang sekedar hidup dinegeri ini," tutur Nicho.[akurat]